Pemda Sumba Timur Rehab Pasar Inpres Matawai Tahun Ini

www.pencarifakta.com.ǁNTT,14 Maret 2026-Pemerintah Kabupaten Sumba Timur bakal merehab Pasar Inpres Matawai yang beralamat di Jalan El Tari, Kota Waingapu pada tahun 2026.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani kepada awak media usai melakukan sidak stok dan harga kebutuhan pokok di pasar rakyat itu pada Jumat (13/3/2026).

Ia mengatakan, tahun lalu pemda sudah melakukan sejumlah perbaikan. Namun pada tahun ini perbaikan akan dilakukan cukup besar demi kenyamanan pedagang dan pengunjung pasar.

“Kita memastikan di tahun ini, kita akan melakukan rehab cukup besar pasar supaya penjual dan pengunjung pasar nyaman,” katanya.

Sebelumnya, Ama Jala, seorang pedagang mengeluhkan fasilitas toilet dan kebersihan yang tidak terurus pasar itu.

Ia juga mengatakan, mereka membutuhkan pagar keliling di pasar agar arus keluar dan masuk pengunjung bisa lebih teratur.

“Pasar kami butuh dibenahi. Dalam hal dibuatkan pagar,” katanya.

Namun yang lebih penting, kata dia, pasar itu diminta dikelola langsung oleh pemerintah daerah tanpa melibatkan pihak kedua.

Menurutnya, melibatkan pihak kedua sama dengan menjauhkan hubungan mereka dengan pemerintah sendiri.

“Pasar adalah wajah Sumba Timur, wajah Bupati dan Wakil Bupati. Kami tidak mengharapkan pihak kedua mengelola pasar,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Laurensius. Pedagang itu meminta Pemda untuk segera benahi tata kelola pasar tersebut.

Ia mengaku, beberapa waktu terakhir pasar sepi. Ia menduga, situasi itu akibat adanya perubahan posisi lapak di pasar tersebut.

“Pemerintah harus lihat dan berpikir apa yang membuat pasar sepi. Sejak kantin dipindahkan ke atas, tidak ada lagi yang lewat di sini,” katanya.

Butuh Lapak

Erlin dan Desi, penjual sayur di pasar itu juga berharap pemerintah segera merehab pasar tersebut.

Selain untuk lebih bagus dan rapi, kata Erlin, dengan adanya rehab ini mereka juga bisa memiliki lapak yang layak untuk berjualan.

Karena ketiadaan tempat, selama ini mereka berjualan sayur beralaskan karung di lantai pasar.

“Kami menunggu itu saja adi. Kemarin sudah diukur. Kami nanti dipindahkan di area belakang,” ujarnya sambil menunjuk.

Kadang, jika pengunjung tidak berjalan pelan, sampah yang berserakan di sekitar Erlin juga masuk ke area jualannya.

Ia juga berharap, jika lapak ada beserta tempat duduknya, mereka bisa berjualan dengan lebih nyaman tanpa harus duduk di lantai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *