Polres Ende Antar Bantuan ke Desa Nila dan Kekasewa Pakai Helikopter, Jangkau Titik Terisolasi 

www.pencarifakta.com.ǁNTT,30 Agustus 2026-Polres Ende menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi menggunakan helikopter milik Polda NTT. Upaya ini ditempuh agar bantuan logistik kepada korban gempa di wilayah terisolasi dapat terjangkau.

Dua desa yang menjadi sasaran pendistribusian logistik adalah Desa Nila dan Desa Kekasewa, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende.

Keterbatasan akses transportasi membuat warga setempa kesulitan mendapat bantuan.

Akses transportasi darat menuju kedua desa tersebut terputus akibat kerusakan medan pascagempa. 

Sementara itu, jalur laut yang selama ini menjadi salah satu akses utama masyarakat juga tidak dapat digunakan karena cuaca ekstrem.

Melihat kondisi tersebut, Kepolisian Resor Ende bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan dasar warga di wilayah terisolasi tetap terpenuhi.

Pada Sabtu (29/8/2026), Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Ende, Ny. Yuke Yudhi Franata, memimpin langsung operasi pendistribusian bantuan logistik menggunakan helikopter Polri P-3202 milik Polda NTT.

Helikopter tersebut dikerahkan untuk menyasar Desa Nila dan Desa Kekasewa, dua wilayah pesisir di Kecamatan Ndona yang hingga kini sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kondisi geografis kedua desa memang menjadi tantangan tersendiri.

Selama ini, masyarakat hanya dapat menjangkau wilayah tersebut melalui jalur laut karena tidak tersedia akses jalan darat yang memadai.

Situasi semakin sulit setelah gempa menyebabkan sejumlah medan mengalami kerusakan. 

Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas menuju kedua desa tersebut.

Di sisi lain, transportasi laut yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat juga berhenti beroperasi akibat cuaca ekstrem. 

Kondisi laut yang buruk membuat warga maupun pengangkut bantuan tidak berani melaut.

Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata menjelaskan, kondisi geografis Desa Nila dan Desa Kekasewa memang cukup menantang karena akses menuju kedua wilayah tersebut selama ini mengandalkan jalur laut.

Dengan terhentinya operasional kapal lokal akibat cuaca ekstrem, jalur udara menggunakan helikopter Polri menjadi solusi paling cepat untuk mengirimkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Sejak awal bencana, Desa Nila dan Desa Kekasewa menjadi dua wilayah yang paling sulit dijangkau. 

Jalur darat sebelumnya hanya mampu menembus wilayah Ngalupolo hingga Wolotopo.

Melihat kondisi tersebut, Polres Ende kemudian berkoordinasi dengan Kapolda NTT untuk mengerahkan armada helikopter.

Helikopter Polri P-3202 digunakan untuk melakukan airdrop bantuan bahan pokok secara langsung ke titik-titik lokasi pengungsian warga di Desa Nila dan Desa Kekasewa.

Langkah tersebut dilakukan karena masyarakat di kedua desa telah bertahan selama sekitar dua minggu dengan akses bantuan yang sangat terbatas.

“Seluruh desa lainnya di wilayah Kabupaten Ende sejauh ini telah berhasil dijangkau melalui jalur darat. Fokus utama operasi udara saat ini dialihkan sepenuhnya untuk Desa Nila dan Desa Kekasewa sebagai titik krusial,” ujar AKBP Yudhi Franata.

Menurutnya, jajaran Polres Ende berupaya memastikan masyarakat yang berada di wilayah terpencil tidak merasa ditinggalkan dalam situasi pascabencana.

“Kami tetap peduli dan hadir untuk masyarakat. Warga di sana adalah bagian dari keluarga kami,” tegasnya.

AKBP Yudhi Franata juga mengimbau masyarakat terdampak gempa agar tetap tenang dan bersabar menghadapi situasi pascabencana.

Ia meminta warga terus berdoa agar kondisi segera membaik dan proses pemulihan dapat berjalan dengan lancar.

Kedatangan bantuan menggunakan helikopter Polri disambut haru oleh masyarakat Desa Nila dan Desa Kekasewa.

Di dekat tumpukan logistik yang baru saja didistribusikan, perwakilan warga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Kapolda NTT yang telah mengirimkan bantuan ke wilayah mereka.

Kepala Desa Nila, Alexander Sedo mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang selama ini menunggu adanya pasokan logistik setelah gempa.

“Kami masyarakat Desa Nila mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda NTT yang sudah menyalurkan bantuan. Sejak awal terjadinya gempa, kami belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak mana pun. Bantuan dari Bapak Kapolda ini adalah bantuan yang pertama yang kami terima,” ujarnya.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan masyarakat Desa Nila dan Kekasewa kepada seluruh jajaran kepolisian yang telah berupaya menembus keterisolasian wilayah mereka.

Masyarakat kemudian menyampaikan doa agar Kapolda NTT dan seluruh keluarga besar Polri senantiasa diberikan kesehatan dan kesejahteraan.

“Terima kasih Bapak Kapolda, dari kami masyarakat Desa Nila dan Kekasewa. Semoga Bapak dan keluarga besar Polri senantiasa diberikan kesehatan dan kesejahteraan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *