www.pencarifakta.com.ǁNTT,24 Agustus 2026-Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Mutis (IMAPELTIS) Kefamenanu, Emanuel Kefi mengatakan, hingga detik ini masyarakat di Dusun Oelamuke, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT masih menanti kehadiran negara.
Usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia belum memberikan makna merdeka secara utuh bagi masyarakat dusun itu.
Ia menyebut, masyarakat di dusun itu masih terbelenggu kegelapan. Masyarakat setempat belum menerima pelayanan fasilitas listrik dari PLN.
“Bagi sebagian orang, listrik mungkin hanya sebatas menekan sakelar. Namun bagi masyarakat Oelamuke, hadirnya cahaya listrik adalah penantian yang belum menemukan kepastian,” ungkapnya, Minggu, 23 Agustus 2026, malam.
Ia menegaskan bahwa, wilayah tersebut sebelumnya sudah pernah disurvei oleh tim dari PLN. Kendati demikian, sejak survei ini dilaksanakan hingga detik ini, elektrifikasi tak kunjung tiba di dusun itu.
Menurutnya, kondisi yang menahun ini tidak bisa dibiarkan terjadi berlarut-larut. Pemerintah dan pihak terkait harus memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan listrik di wilayah Oelamuke.
Pemerintah dan pihak terkait, kata Emanuel, tidak boleh membiarkan penantian masyarakat berhenti hanya pada survei dan dokumen perencanaan.
IMAPELTIS Kefamenanu, lanjutnya, menyoroti Pemerintah Desa Tasinifu, Pemerintah Kecamatan Mutis, Pemerintah Kabupaten TTU, serta PLN agar memberikan kejelasan mengenai status dan tindak lanjut pembangunan listrik di Oelamuke.
Pasalnya, pembangunan bukan hanya tentang angka dan laporan. Pembangunan adalah tentang menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.
“Listrik bukan kemewahan. Cahaya bukan hadiah. Listrik adalah kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, 81 tahun Indonesia merdeka seharusnya menjadi momentum untuk memastikan bahwa kemerdekaan benar-benar dirasakan sampai ke pelosok negeri. Namun, elektrifikasi di Dusun Oelamuke masih dalam bayang ketidakpastian.
