www.pencarifakta.com.ǁNTT,6 September 2026-Peduli terhadap para korban gempa Flores, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Manggarai Timur ( DPD-PPNI Manggarai Timur ) memberikan bantuan sembako berupa makanan bernutrisi bagi para tenaga kesehatan (Nakes) yang terdampak gempa Flores.
Ketua DPD-PPNI Kabupaten Manggarai Timur, Ns Sofia Mistika Riwu, S.Kep menyampaikan itu kepada pos-kupang.COM, Minggu (6/8/2026)
Sofia, menerangkan bantuan yang diberikan itu bersumber dari hasil penggalangan donasi pasca terjadi gempa Flores berupa sumbangan dari berbagai DPD PPNI di sejumlah daerah, sumbangan pribadi masing-masing dan keluarga dari perawat dengan total dana yang terkumpul sebesar Rp 9.788.000.
Hasil donasi itu, kemudian dibelanjakan dalam bentuk sembako berupa makanan dan minuman bernutrisi kepada para korban khususnya Nakes termasuk perawat yang ada tiga wilayah Puskesmas yang terdampak gempa Flores paling parah yaitu Puskesmas Dampek, Weleng, dan Puskesmas Pota. Bantuan yang diberikan berupa susu, biskuit dan telur.
“Kami fokus kasih bantuan sembako untuk para Nakes di tiga wilayah Puskesmas ini, karena ketiga wilayah Puskesmas ini dampak gempa paling parah. Teman-teman Nakes harus berjuang bisa menangani para korban begitu banyak, di lain sisi mereka juga kehilangan rumah tinggal karena rusak, akibat gempa ini”Ujarnya.
Sofia juga mengatakan, bantuan untuk para Nakes bukan kali pertama yang dilakukan oleh DPD PPNI Manggarai Timur, namun ini merupakan kali kedua dimana sebelumnya, tanggal 22 Agustus 2026 lalu, mereka juga sudah turun memberikan bantuan suplemen dan susu bubuk untuk Nakes di Puskesmas Dampek dan Pota.
Selain memberikan logistik sembako makan minum untuk asupan nutrisi, kata Sofia, dalam kesempatan itu DPD PPNI juga memberikan kesehatan jiwa dan psiko sosial bagi para nakes.
“Kami tahu mereka juga sedang trauma apalagi menghadapi pekerjaan berat menghadapi bencana ini untuk menangani begitu banyak pasien dengan keluhan masing-masing, karena itu kami bantu dengan memberikan kesehatan jiwa dan psiko sosial bagi Nakes di Puskesmas Dampek, termasuk sebelumnya Nakes dan juga warga sebagai pasien di posko-posko di wilayah Puskesmas Borong, Kisol, dan Waelengga dan dipandu langsung oleh Profesor ahli keperawatan dan ahli jiwa,”terangnya.
Sofia juga mengatakan, saat pihaknya memberikan bantuan itu, para nakes mengeluh bahwa mereka sudah lelah untuk menangani begitu banyak pasien, di lain sisi rumah mereka belum dipulihkan.
“Raga kami lelah, gempa susulan masih membayangi, rasa cemas tak terhindari, namun panggilan kemanusian menuntut kami untuk tetap berdiri. Bersama memberi, menguatkan, dan menghadirkan harapan untuk mereka yang terdampak,”ujar Sofia.
Sofia juga mengatakan, hingga saat ini terdapat 96 orang Nakes khususnya perawat yang terdampak gempa Flores, rumah mereka rusak akibat gempa Flores itu.
“Data ini masih sementara, masih banyak perawat terdampak yang belum mengisi data di link pendataan yang diberikan,”ujarnya.
Sofia juga berharap kepada para nakes yang terdampak untuk tetap sabar dan selalu semangat dalam melayani masyarakat terdampak. Selain itu, jangan lupa mengisi data terkait kerusakan rumah, meski di tengah situasi sibuk saat ini.
