Turis AS Pertama Kali ke Kupang: Kaget Cuaca Panas, Langsung Borong Selendang Sumba

www.pencarifakta.com.ǁNTT,20 April 2026-Kedatangan 1.659 wisatawan mancanegara menggunakan kapal pesiar Oceania Vista di Pelabuhan Tenau, Kota Kupang, Senin (20/4/2026), menghadirkan cerita menarik dari para turis yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Timor.

Salah satunya Daniel, wisatawan asal Florida, Amerika Serikat. Saat diwawancarai di Pelabuhan Tenau, ia mengaku belum memiliki banyak informasi tentang Kupang sebelum kedatangannya.

“Saya kurang tahu tentang Kota Kupang pada umumnya,” ujar Daniel.

Meski demikian, ia mencoba membayangkan kondisi kota. “Saya tidak tahu banyak, tapi saya berpikir Kota Kupang berjarak sekitar 30 menit dari pelabuhan,” katanya.

Kesan pertama yang ia rasakan begitu turun dari kapal adalah suhu udara yang cukup panas. “Sangat panas di luar sini,” ungkapnya singkat.

Daniel juga mengaku tertarik untuk langsung berinteraksi dengan produk lokal. Hal pertama yang ingin ia lakukan adalah membeli aksesori khas daerah.

Ia pun membeli dua kain selendang bermotif Sumba dengan motif yang berbeda di salah satu lapak UMKM di sekitar pelabuhan. Menariknya, kain tersebut rencananya akan ia gunakan sebagai kain meja di rumahnya.

Kedatangan Daniel bersama lebih dari 1.600 wisatawan asing lainnya merupakan bagian dari pelayaran wisata kapal Oceania Vista yang bersandar di Pelabuhan Tenau pada pukul 08.00 WITA.

Dari jumlah tersebut, sekitar ratusan wisatawan dijadwalkan turun untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang yang dibagi dalam grup tur.

Kupang menjadi salah satu destinasi persinggahan dalam pelayaran 18 malam bertajuk “Barrier Reef Treasures” yang dimulai dari Sydney menuju Singapura. Rute perjalanan kapal ini mencakup tiga negara, yakni Australia, Indonesia, dan Singapura.

Kedatangan kapal pesiar mewah yang dibangun pada 2023 ini disambut oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Doris Rihi, bersama otoritas CIQP serta pelaku usaha wisata dan masyarakat setempat.

Penjagaan CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, and Port) turut memastikan keamanan, efisiensi proses kedatangan, serta kepatuhan terhadap regulasi maritim selama kunjungan kapal berlangsung.

Momentum ini diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Timur, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada wisatawan mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *