www.pencarifakta.com.ǁNTT,21 Juli 2026-Kerusakan ruas jalan kabupeten akibat longsor di Desa Lotas, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, hingga kini belum juga ditangani secara permanen.
Akibatnya, setiap kali hujan turun, para pengendara harus berjibaku melintasi badan jalan yang semakin amblas, licin, dan membahayakan keselamatan. Kondisi tersebut masih terlihat hingga Senin, (20/7/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan jalan semakin memburuk dibandingkan beberapa waktu lalu. Badan jalan yang sebelumnya telah mengalami longsor kini terus mengalami penurunan akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur Kabupaten Malaka.
Patahan jalan itu kini semakin dalam, sementara permukaannya berubah menjadi lumpur licin sehingga sangat berisiko bagi kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas.
Lokasi kerusakan yang berada tepat di tanjakan membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Sedikit saja kehilangan keseimbangan, kendaraan berpotensi tergelincir ke sisi jalan yang mengalami longsor.
Sejumlah pengendara tampak memperlambat laju kendaraannya ketika melintasi titik tersebut. Bahkan beberapa di antaranya harus turun dan meminta bantuan pengendara lain untuk melewatkan kendaraan mereka.
Pemandangan yang cukup menyita perhatian terlihat ketika dua perempuan asal Desa Biudukfoho yang hendak menuju Kota Betun terpaksa meminta bantuan pengendara lain agar sepeda motor mereka dapat melewati lokasi longsor.
“Kami dari Desa Biudukfoho dan ini mau ke Betun. Jalan ini kalau kita lewat saat kering masih cukup aman, tapi kalau hujan begini sangat licin. Jadi kami takut untuk lewat.
Kebetulan ada orang, jadi kami minta tolong untuk kasih lewat motor kami,” ujar seorang pengendara yang hendak melintasi jalan rusak tersebut.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pengguna jalan lainnya. Mereka mengaku kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama, namun belum mendapatkan penanganan permanen dari pemerintah.
Menurut mereka, kerusakan jalan semakin membesar setelah hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Malaka dalam beberapa pekan terakhir.
Curah hujan yang tinggi mempercepat pergerakan tanah sehingga area longsoran semakin melebar dan kedalaman badan jalan yang amblas terus bertambah.
Kondisi ini memaksa setiap pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan karena risiko kecelakaan cukup tinggi, terutama saat hujan turun.
Ruas jalan tersebut diketahui merupakan akses utama yang menghubungkan Kecamatan Rinhat dengan Kota Betun.
Jalur ini setiap hari dilalui masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah, memperoleh pelayanan kesehatan hingga mengangkut hasil pertanian menuju pasar.
Sebelumnya, Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Malaka, Yuventus Adrianus Bere atau yang akrab disapa Ady Bere, mengaku telah berulang kali berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar kerusakan tersebut segera ditangani secara serius.
Menurut Ady Bere, ruas jalan tersebut memiliki fungsi yang sangat vital karena menjadi satu-satunya akses utama bagi masyarakat Kecamatan Rinhat menuju Kota Betun maupun wilayah sekitarnya.
“Jalan itu memang jalur utama bagi warga. Baik untuk kepentingan pendidikan, kesehatan, maupun untuk masyarakat mengangkut hasil pertanian mereka ke pasar. Selain itu, berbagai aktivitas sehari-hari masyarakat juga bergantung pada akses jalan tersebut,” ujarnya.
Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) II itu juga mengungkapkan bahwa hujan deras beberapa waktu lalu bahkan sempat menyebabkan akses transportasi di lokasi tersebut terputus total akibat longsor.
Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut bukanlah masalah baru. Aspirasi masyarakat terkait perbaikan jalan telah berkali-kali disampaikannya kepada pemerintah daerah melalui rapat-rapat DPRD maupun koordinasi langsung dengan instansi teknis terkait.
Karena itu, Ady Bere berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan penanganan permanen sebelum kerusakan bertambah parah. Menurutnya, apabila musim hujan terus berlangsung dengan intensitas tinggi, bukan tidak mungkin longsor akan kembali meluas hingga mengancam putusnya akses transportasi masyarakat.
Sebelumnya, saat ruas jalan itu sempat terputus akibat longsor, Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas PUPR bergerak cepat dengan menurunkan alat berat ke lokasi sebagai langkah penanganan darurat. Upaya tersebut berhasil membuka kembali akses sehingga kendaraan dapat melintas.
Namun, penanganan tersebut baru sebatas solusi sementara. Hingga kini, patahan besar pada badan jalan belum diperbaiki secara permanen. Akibatnya, setiap hujan turun, kondisi jalan kembali memburuk dan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan para pengguna jalan.
