Pemkab Ende Butuh Rp776,71 Miliar untuk Pulihkan Infrastruktur Rusak akibat Gempa Flores

www.pencarifakta.com.ǁNTT,30 September 2026-Pemerintah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, membutuhkan anggaran sekitar Rp776,71 miliar untuk menangani kerusakan dan kerugian akibat gempa bumi Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

Anggaran tersebut merupakan hasil pendataan dan verifikasi tahap I terhadap berbagai sektor yang terdampak bencana.

Total kebutuhan itu terdiri atas nilai kerusakan sebesar Rp753,97 miliar dan kerugian mencapai Rp22,74 miliar.

Besarnya kebutuhan anggaran tersebut terungkap dalam kegiatan pemaparan hasil verifikasi rumah Kabupaten Ende serta progres Jitupasna/R3P sebagai bagian dari rencana pengusulan permohonan bantuan stimulan rumah terdampak bencana gempa bumi tahap I.

Kegiatan tersebut berlangsung di Posko Tanggap Darurat Kabupaten Ende, Kantor BPBD Kabupaten Ende, Selasa (29/9/2026) malam.

Dalam pemaparan tersebut, kebutuhan penanganan dibagi ke dalam lima sektor utama.

Sektor perumahan menjadi sektor dengan kebutuhan anggaran terbesar, yakni mencapai Rp395,05 miliar.

Selanjutnya, sektor sosial membutuhkan anggaran sekitar Rp279,03 miliar. Sementara sektor lintas sektor diperkirakan membutuhkan Rp46,06 miliar, sektor ekonomi sebesar Rp36,68 miliar, dan sektor infrastruktur sebesar Rp19,89 miliar.

Dengan demikian, total kebutuhan penanganan berdasarkan lima sektor tersebut mencapai Rp776,71 miliar.

Wakil Bupati Ende, drg Dominikus Minggu Mere, menjelaskan Pemkab Ende saat ini tengah memastikan seluruh dokumen dan hasil verifikasi untuk pengusulan bantuan tahap I dapat diselesaikan sesuai target.

Ia mengatakan, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri, dokumen usulan yang dilampiri hasil verifikasi harus mendapatkan tanda tangan dari seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ende.

“Di tahap I itu usulan dokumen lengkap itu dengan lampirannya nanti ditandatangani Pak Bupati dan unsur Forkopimda, dalam hal ini Pak Kajari, Pak Kapolres dan Pak Dandim,” jelas Domi Mere usai rapat pemaparan hasil verifikasi rumah Kabupaten Ende dan progres Jitupasna/R3P, Selasa (29/9/2026) malam.

Setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap dan ditandatangani, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ende akan membawa langsung berkas pengusulan tersebut ke Jakarta.

“Kemudian Pak Kalak akan bawa sendiri ke Jakarta, sehingga kita pastikan bahwa sampai dengan akhir minggu ini selesai tahap dan bisa kita sandingkan dengan enam kabupaten lain yang terdampak,” lanjutnya.

Pengusulan bantuan stimulan rumah terdampak gempa tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam proses pemulihan masyarakat Kabupaten Ende pascabencana.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *