Ibu Hamil Tak Kebagian Tempat Tidur Pasien Membludak di RSUD Ende

www.pencarifakta.com.ǁNTT,25 Juli 2026-Lonjakan pasien yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende membuat kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) tidak lagi mampu menampung pasien. 

Akibatnya, sejumlah pasien, termasuk ibu hamil dan korban kecelakaan, terpaksa menunggu berjam-jam tanpa memperoleh tempat tidur untuk menjalani perawatan.

Kondisi tersebut terlihat di IGD RSUD Ende pada Kamis (23/7) pagi. Seorang pasien bahkan harus menjalani penanganan medis di teras IGD karena seluruh tempat tidur di dalam ruangan telah terisi penuh.

Suasana IGD dipenuhi pasien yang datang silih berganti. Beberapa di antaranya terpaksa menunggu di kursi roda sambil menanti ketersediaan tempat tidur.

Salah seorang pasien korban kecelakaan mengatakan, sudah menjalani perawatan sejak Rabu (22/7). Namun karena ruang perawatan penuh, ia sempat dipindahkan ke area luar IGD.

“Saya masuk kemarin pagi. Tadi pagi saya diarahkan sementara di luar karena tempat tidur akan dipakai untuk menjahit pasien yang lain. Kasihan juga,” ujarnya enggan menyebut identitasnya.

Pasien tersebut sebelumnya sempat pingsan saat masih berada di kursi roda karena belum mendapatkan tempat tidur. “Semalam saya pingsan di kursi roda dulu, baru dipindahkan ke tempat tidur,” ungkapnya.

Kondisi serupa dialami sejumlah pasien lainnya. Sejak Selasa (21/7), ruang IGD dilaporkan dipenuhi pasien sehingga sebagian harus tetap berada di kursi roda sambil menunggu tempat tidur kosong.

Tidak hanya pasien yang telah berada di dalam IGD, pasien yang baru datang pun terpaksa harus pulang karena rumah sakit sudah tidak mampu menerima tambahan pasien.

Pada Kamis pagi, seorang pasien asal Lorong Kalimati, Kelurahan Potulando yang datang untuk berobat akhirnya membatalkan niatnya setelah mendapat penjelasan dari petugas keamanan bahwa seluruh tempat tidur telah penuh..

Kondisi itupun diakui salah satu petugas keamanan di RSUD Ende. “Pasien penuh, tempat tidur tidak ada,” kata petugas keamanan, saat membantu menurunkan pasien dari kendaraan.

Mendengar penjelasan tersebut, keluarga pasien memutuskan mencari pelayanan kesehatan di fasilitas lain. “Kami pulang saja, biar cari di tempat lain. Kami biasanya berobat ke sini,” ujar Ibu Lidia, orang tua pasien.

Situasi tersebut memicu keluhan dari keluarga pasien maupun warga yang berada di lokasi. 

Mereka menilai kondisi ini menunjukkan keterbatasan kapasitas pelayanan RSUD Ende dalam menangani meningkatnya jumlah pasien rujukan maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat.

Meski berada di tengah keterbatasan, para tenaga medis tetap terlihat memberikan penanganan awal kepada pasien agar kondisi mereka tetap stabil sambil menunggu tersedianya tempat tidur di ruang perawatan.

Salah seorang keluarga pasien lainnya berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan yang terus berulang tersebut. “Kami minta pemerintah jangan tutup mata. Kalau sudah begini masyarakat mau bagaimana? Tolong evaluasi rumah sakit ini supaya pelayanan lebih baik dan cepat,” ujar Magdalena.

Direktur RSUD Ende, dr. Ester Puspita Jelita, yang telah dikonfirmasi Pos Kupan,g melalui pesan dan telepon WhatsApp sejak pagi belum memberikan tanggapan terkait membludaknya jumlah pasien dan keterbatasan tempat tidur di IGD RSUD Ende.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *