Gempa Susulan Masih Dirasakan, Bupati Manggarai Timur Perpanjang Ketiga Status Tanggap Darurat

www.pencarifakta.com.ǁNTT,23 September 2026-Aktivitas gempa bumi susulan masih terjadi di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.

Penanganan dampak bencana berupa kerusakan rumah tinggal, serta sarana dan prasarana publik juga masih berlangsung.

Karena itu, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas kembali memperpanjang ketiga status Tanggap Darurat Gempa Flores.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Bupati Manggarai Timur Nomor HK/164/ Tahun 2026 Tentang Penetapan Perpanjangan Ketiga Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Flores Di Kabupaten Manggarai Timur Tahun 2026 dalam surat, Rabu (23/9/2026).

Dengan mempertimbangkan sejumlah peraturan dan memperhatikan press Release Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tanggal 15 Agustus 2026  terkait Gempa Bumi di Utara Flores dengan magnitudo 7,7 Skala Richter berpusat di Utara Kabupaten Nagekeo, maka Manggarai Timur Agas Andreas kembali memutuskan untuk Perpanjangan Ketiga Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Flores Di Kabupaten Manggarai Timur terhitung 7 hari dari tanggal 20 sampai 26 September 2026.

Dalam surat keputusan perpanjang ketiga Status Tanggap Darurat ini juga berisi sejumlah poin penting, diantaranya; dalam masa Perpanjangan Ketiga Status Tanggap Darurat, penyelenggaraan seluruh urusan pemerintahan dan kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara normal dengan tetap memperhatikan kondisi dan situasi kebencanaan serta aspek keselamatan masyarakat.

Kegiatan belajar mengajar sebagaimana dimaksud dilaksanakan di luar bangunan ruang kelas yang ditetapkan sebagai tempat pembelajaran sementara.

Perpanjangan Ketiga Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi sebagaimana dimaksud dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai aktivitas gempa susulan yang masih terjadi dan kentuan/ kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara normal dengan tetap memperhatikan kondisi dan situasi kebencanaan serta aspek keselamatan masyarakat.

Segala biaya yang ditimbulkan sebagai akibat ditetapkannya Keputusan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Manggarai Timur Tahun Anggaran 2026 dan sumber-sumber keuangan lain yang sah dan tidak mengikat.

BMKG Catat 17.686 Gempa Susulan

Sementara itu, BMKG mencatat update gempa bumi susulan gempa Flores M7.7 hingga tanggal 23 September 2026 pukul 05.00 WIB, total gempa bumi susulan 17.686 dengan magnitudo terbesar: 6.2, magnitudo terkecil 0.9, magnitudo di atas 5 sebanyak 39. Dari jumlah itu gempa susulan dirasakan sebanyak 203 kali.

Gempa Bumi Terakhir Dirasakan M 4.5 dan M 4.7

Gempa bumi terjadi Rabu, 23 September 2026, pukul 04:36:35 WIB dengan parameter magnitudo M4.5 pada kedalaman 2 km Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,16° LS ; 120,38° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 51 km Utara Ruteng Manggarai juga dirasakan warga.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menerangkan, hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini Tidak Berpotensi Tsunami.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust).

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakema), gempa bumi ini dirasakan di Kabupaten Manggarai dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata oleh beberapa orang seperti ada truk berlalu).

Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan gempa bumi M7,7 di Flores, pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 05:58:23 WIB.

Hingga tanggal 23 September 2026 pukul 04:50:00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 17.680 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6,2.

BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

Imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dan menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.

Kemudian, terjadi Gempa Magnitudo 4.7, terjadi pada 23 September 2026 sekitar pukul 09:02:44 WIB. Gempa bumi ini berlokasi 8.21 LS – 120.61 BT atau 48 km Utara Ruteng dengan kedalaman 9. Guncangan gempa bumi ini juga dirasakan oleh warga.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *