Bulog dan Pemkab Ngada Salurkan 86,8 Ton Beras CBP ke Korban Gempa Ngada, Pastikan Stok Aman

www.pencarifakta.com.ǁNTT,8 September 2026-Perum Bulog Kantor Cabang Bajawa bersama Pemerintah Daerah dan instansi terkait menuntaskan 100 persen penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Ngada.

Total bantuan CBP yang telah disalurkan mencapai 86 ton 875 kilogram atau 86.875 kilogram beras.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Bajawa, Daenny Nicsan Obije, mengatakan penyaluran bantuan tersebut membuat stok beras di gudang Bulog berkurang.

Namun, kondisi tersebut tidak memengaruhi ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Bulog Cabang Bajawa.

Menurutnya, Bulog Kancab Bajawa masih memiliki persediaan beras yang cukup untuk menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo.

Ia menegaskan, Bulog berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan, terutama dalam situasi darurat dan masa pemulihan pascabencana.

“Sementara ini gudang Bulog sedang menerima beras move untuk menjaga stok pangan yang ada di Gudang Bulog Kantor Cabang Bajawa. Masyarakat Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo tidak perlu khawatir akan stok beras karena stok sangat aman,” ujar Daenny saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (8/9/2026).

Daenny mengatakan, Perum Bulog Cabang Bajawa akan terus hadir memberikan pelayanan sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, khususnya bagi warga yang terdampak bencana gempa bumi.

“Kita terus berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan mereka yang terdampak,” tambahnya.

Ia menyebut sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, BPBD, dan seluruh instansi terkait menjadi salah satu kunci dalam memastikan penyaluran bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dengan selesainya penyaluran CBP tersebut, Bulog memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap menjadi perhatian, sementara penguatan stok terus dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah Ngada dan Nagekeo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *