Dorong Ekonomi Lokal di Serubeba, Wabup Apremoi Dethan Beberkan Empat Kunci Kemandirian Usaha

www.pencarifakta.com.ǁNTT,25 Agustus 2026-Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan membeberkan empat kemandirian ekonomi untuk menggeser paradigma pemberdayaan masyarakat dari sekadar penerima program bantuan menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan produktif.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Apremoi Dudelusy Dethan saat menjadi pemateri dalam kegiatan revitalisasi kelompok binaan GMIT Klasis Rote Timur di Desa Serubeba, Kecamatan Rote Timur.

​Di hadapan para peserta, Apremoi Dudelusy Dethan menyampaikan bahwa intervensi pemerintah dalam membangun ekonomi lokal tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan fisik atau modal semata. 

Pemberdayaan yang sesungguhnya harus menyentuh akar peningkatan kapasitas masyarakat agar kelompok usaha yang terbentuk dapat bertahan secara berkelanjutan.

​”Yang kita bangun bukan sekadar kelompok penerima bantuan, tetapi kelompok yang memiliki kapasitas, akses modal, akses pasar dan kelembagaan yang kuat sehingga mampu berdiri dan berkembang secara mandiri,” kata Apremoi Dudelusy Dethan, Selasa (25/8/2026).

​Guna mewujudkan kemandirian ekonomi tersebut, Apremoi Dudelusy Dethan membeberkan empat fokus utama yang wajib diperkuat secara terintegrasi.

Pertama, ​peningkatan kapasitas untuk mengasah keterampilan teknis dan manajerial para anggota kelompok usaha.

Kedua, akses permodalan guna mbuka ruang dan kemudahan fasilitasi modal usaha.

Ketiga, penguatan pasar untuk memastikan produk yang dihasilkan memiliki rantai pasok dan daya serap pasar yang jelas.

​Keempat, kelembagaan yang kuat dapam membangun tata kelola organisasi kelompok yang solid dan akuntabel.

​Menurut Apremoi Dudelusy Dethan, keempat elemen ini saling mengunci. Jika salah satu diabaikan, kelompok usaha rentan lumpuh dan akan terus bergantung pada bantuan pemerintah.

​Lebih lanjut, Apremoi Dudelusy Dethan menggarisbawahi perubahan peran Pemkab Rote Ndao yang kini berposisi sebagai fasilitator, regulator, sekaligus penghubung (connector) dalam ekosistem ekonomi lokal. 

Sementara itu, jemaat dan komunitas masyarakat ditempatkan sebagai aktor utama penggerak roda ekonomi.

Apremoi Dudelusy Dethan juga mengemukakan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), sektor swasta hingga akademisi untuk memperkuat daya saing masyarakat di tingkat akar rumput.

​”Kami harus akui bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Tetapi ketika pemerintah, jemaat dan stakeholder lain saling terhubung, maka ekosistem pemberdayaan akan menjadi lebih kuat dan manfaatnya bisa kembali kepada masyarakat,” lugas Apremoi Dudelusy Dethan.

​Melalui langkah ini, kata Apremoi Dudelusy Dethan, sinergi antara Pemkab Rote Ndao dan GMIT Klasis Rote Timur kiranya menjadi pijakan awal terciptanya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis desa di Rote Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *