Bupati Ende Tinjau Potensi Wisata, Sungai KM 11 Diproyeksikan Jadi Venue Arung Jeram PON 2028

www.pencarifakta.com.ǁNTT,6 Agustus 2026-Pemerintah Kabupaten Ende terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. 

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, yang meninjau langsung sejumlah destinasi wisata potensial di Kabupaten Ende, Selasa (4/8/2026).

Peninjauan tersebut difokuskan pada lokasi yang diproyeksikan menjadi venue cabang olahraga arung jeram pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, sekaligus melihat kondisi sejumlah objek wisata yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Yosef mengawali kegiatan dengan melakukan survei di aliran Sungai Kilometer 11 yang berada di Desa Ndungga, Kecamatan Ende Timur. 

Sungai tersebut dinilai memiliki karakteristik yang mendukung untuk pengembangan wisata olahraga arung jeram.

Selain Sungai Kilometer 11, rombongan juga meninjau Air Terjun Aiseke di Desa Ndungga dan Pemandian Air Panas Detusoko guna melihat secara langsung kondisi kawasan wisata beserta fasilitas penunjangnya.

Di sela-sela peninjauan, Bupati Yosef mengatakan Kabupaten Ende memiliki kekayaan wisata alam yang sangat besar, namun hingga kini masih banyak potensi yang belum dikembangkan secara maksimal. 

Menurutnya, aliran Sungai Kilometer 11 memiliki arus dengan tingkat kesulitan menengah yang sangat potensial untuk dijadikan lokasi wisata arung jeram sekaligus mendukung pelaksanaan PON 2028.

“Kami melihat langsung kondisi sungai ini. Arus dan pemandangannya sangat mendukung untuk wisata arung jeram. Ini bisa kita usulkan menjadi salah satu venue PON 2028, dan sekaligus menjadi daya tarik wisata baru yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Bupati Yosef.

Menurutnya, apabila potensi tersebut dikelola dengan baik, keberadaan wisata arung jeram tidak hanya akan memperkaya pilihan destinasi wisata di Kabupaten Ende, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar kawasan sungai.

Usai meninjau lokasi arung jeram, Bupati melanjutkan kunjungan ke Air Terjun Aiseke untuk melihat potensi pengembangan kawasan wisata alam tersebut. 

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Pemandian Air Panas Detusoko.

Di lokasi tersebut, Bupati Yosef meninjau kondisi infrastruktur dan fasilitas pendukung yang tersedia. 

Dari hasil pemantauan, sejumlah fasilitas terlihat kurang terawat sehingga memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Bupati Yosef menegaskan, pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. 

Fasilitas dasar yang memadai menjadi kebutuhan penting agar wisatawan merasa nyaman dan aman selama berkunjung.

“Kita tidak hanya menjual pemandangan. Wisatawan butuh fasilitas dasar yang layak, seperti kamar mandi, tempat ganti, dan toilet. Dari hasil pantauan hari ini, ada beberapa titik yang harus segera kita benahi agar nyaman dan aman dikunjungi,” tegasnya.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Ende akan melakukan kajian secara matang sebelum melakukan perbaikan dan penataan ulang kawasan Pemandian Air Panas Detusoko. 

Pengembangan fasilitas wisata juga akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan perangkat daerah terkait serta masyarakat setempat.

Menurut Bupati Yosef, peningkatan kualitas destinasi wisata diharapkan mampu mendorong meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Harapan kami, dengan fasilitas yang lebih baik, kunjungan bisa meningkat. UMKM, homestay, dan jasa pemandu lokal juga ikut tumbuh. Ende harus siap menjadi destinasi wisata berkelas,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PUPR Mustaqim Mberu, Sekretaris Dinas Pariwisata Habentius Robertus Mau, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kanis Se, serta Camat Detusoko David Sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *