www.pencarifakta.com.ǁNTT,19 Juli 2026-Di balik semangat menuntut ilmu setiap hari, tersimpan harapan sederhana dari anak-anak di Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka. Mereka ingin merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagaimana telah dinikmati ribuan pelajar di sejumlah sekolah lain di Kabupaten Malaka.
Harapan itu disampaikan langsung oleh para siswa dari SMA Negeri Biudukfoho dan SDK Biudukfoho , Sabtu (18/7/2026). Bagi mereka, MBG bukan sekadar makanan gratis, melainkan bentuk perhatian negara yang diyakini dapat meringankan beban orang tua sekaligus membantu mereka belajar dengan lebih semangat.
Yohana Nofianti Seo, salah seorang siswi SMA Negeri Biudukfoho, mengaku hampir setiap hari membawa uang jajan yang diberikan orang tuanya dari rumah. Meski tidak mengeluh, ia berharap sekolahnya segera menjadi salah satu penerima manfaat program nasional tersebut.
Menurut Yohana, kehadiran MBG akan sangat membantu para siswa karena uang jajan yang selama ini harus disiapkan orang tua dapat dihemat untuk kebutuhan keluarga lainnya.
“Harapan kami, kami juga bisa mendapatkan MBG. Setiap hari kami ke sekolah membawa uang jajan sendiri dari rumah. Kalau nanti sudah ada MBG, uang jajan kami bisa dikurangi karena sudah disiapkan makanan bergizi di sekolah. Program ini pasti sangat berguna bagi kami,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa ingin diperlakukan sama dengan pelajar di sekolah lain yang telah menikmati program tersebut.
“Kami merasa kurang adil kalau sekolah-sekolah lain di Malaka sudah mendapat MBG, sementara sekolah kami belum. Ini program pemerintah pusat, jadi seharusnya semua sekolah mendapat kesempatan yang sama,” katanya.
Yohana berharap pemerintah dapat mempercepat pelaksanaan program tersebut di Kecamatan Rinhat sehingga seluruh peserta didik dapat menikmati manfaatnya tanpa harus menunggu lebih lama.
“Harapan kami kepada pemerintah, kalau bisa pembagian MBG dipercepat ke sekolah kami. Kami juga berhak menikmati program ini. Jangan hanya sekolah-sekolah yang berada di kota saja,” ungkapnya.
Harapan senada juga datang dari anak-anak di SDK Biudukfoho yang berada tidak jauh dari SMA Negeri Biudukfoho.
Dengan wajah polos dan penuh harapan, Cleo Delova Makleat, siswi kelas VI SDK Biudukfoho, mengaku sering melihat dan mendengar cerita dari anak-anak di sekolah lain yang telah menikmati Program Makan Bergizi Gratis.
Ia pun berharap sekolahnya bisa segera mendapat giliran.
“Selama ini kami belum dapat program MBG. Kami sangat ingin supaya program ini juga sampai ke sekolah kami. Kami lihat sekolah lain sudah dapat, jadi kami juga berharap bisa sama seperti mereka,” tuturnya.
Cleo bahkan menitipkan harapan sederhana kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Untuk Bapak Presiden, tolong supaya sekolah kami juga dapat MBG. Setiap hari kami membawa uang jajan yang diberikan bapak dan mama dari rumah. Kalau nanti sudah ada MBG, pasti kami tidak perlu lagi membawa banyak uang jajan dan bapa dan mama juga bisa lebih hemat,” katanya.
Di lokasi yang sama, Refalina Putri Seran atau yang akrab disapa Refa, siswi kelas V SDK Biudukfoho, juga menyampaikan harapan yang tidak jauh berbeda.
“Saya juga sangat ingin supaya program MBG cepat sampai di sekolah kami. Jangan hanya sekolah lain saja yang mendapatkannya. Kalau nanti kami sudah dapat, kami akan sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Bagi Refa dan teman-temannya, makanan bergizi yang disiapkan pemerintah bukan hanya soal mengenyangkan perut saat jam belajar, tetapi juga menjadi simbol bahwa perhatian negara benar-benar hadir hingga ke sekolah-sekolah yang berada jauh dari pusat kota.
Harapan anak-anak Biudukfoho menggambarkan sisi kemanusiaan dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Di balik angka-angka penerima manfaat dan target pemerintah, terdapat wajah-wajah polos yang setiap hari datang ke sekolah dengan membawa bekal serta uang jajan dari hasil kerja keras orang tua mereka.
Diketahui, sebagian besar keluarga di wilayah tersebut menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Karena itu, kehadiran MBG diyakini bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga, meski dalam jumlah yang tidak terlalu besar.
SMA Negeri Biudukfoho dan SDK Biudukfoho sendiri berada di Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka. Dari pusat Kecamatan Rinhat di Desa Biudukfoho menuju Kota Betun, ibu kota Kabupaten Malaka, berjarak sekitar 28 kilometer.
Akses menuju wilayah tersebut kini relatif baik karena sebagian besar ruas jalan telah beraspal hotmix. Meski demikian, di beberapa titik masih terlihat patahan badan jalan dan longsoran yang memerlukan penanganan agar mobilitas masyarakat tetap aman.
Hingga pertengahan Juli 2026, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Malaka belum menjangkau seluruh wilayah. Dari 12 kecamatan yang ada, program tersebut baru beroperasi di enam kecamatan, yakni Kecamatan Malaka Tengah, Kobalima, Malaka Timur, Weliman, Wewiku, dan Malaka Barat.
Sementara itu, enam kecamatan lainnya masih menunggu realisasi pelaksanaan program, yaitu Kecamatan Rinhat, Sasitamean, Kobalima Timur, Botin Leobele, Io Kufeu, dan Laenmanen.
Kondisi tersebut membuat ribuan pelajar di wilayah-wilayah tersebut masih menanti giliran untuk menikmati program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.
