www.pencarifakta.com.ǁNTT,27 Juni 2026-Ribuan wisatawan dan masyarakat mulai memadati kawasan Savana Fulan Fehan, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan puncak Festival Fulan Fehan IV Tahun 2026 yang mengusung tema “Dance for Friendship”.
Festival budaya terbesar di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste itu akan menampilkan atraksi utama berupa tarian Likurai kolosal yang dibawakan ribuan penari.
Festival tahun ini dihadiri langsung Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama istri, Ny. Tri Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto bersama istri, perwakilan Kementerian Pariwisata, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama istri, Wali Kota Darwin, Australia, delegasi dari Timor Leste, para tamu undangan dari berbagai daerah, serta unsur Forkopimda dan pejabat daerah lainnya.
sejak pagi, arus kendaraan menuju kawasan wisata Fulan Fehan terus meningkat.
Ratusan kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga bus yang mengangkut rombongan wisatawan terlihat memadati jalur menuju lokasi festival.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan panitia tampak mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar.
Di kawasan savana, ribuan pengunjung telah memenuhi area kegiatan. Banyak wisatawan mengabadikan keindahan bentangan padang rumput Fulan Fehan dengan latar perbukitan hijau, sementara sebagian lainnya memilih menunggu di sekitar panggung utama untuk menyaksikan penampilan Tarian Likurai kolosal.
Suasana semakin semarak dengan hadirnya peserta dan tamu dari berbagai daerah yang mengenakan busana tenun khas NTT.
Di sisi lain, puluhan stan UMKM ramai diserbu pengunjung yang berburu kain tenun, kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga berbagai produk unggulan khas Belu.
Festival Fulan Fehan merupakan agenda budaya tahunan Pemerintah Kabupaten Belu yang menjadi ikon pariwisata di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Tahun ini, tema “Dance for Friendship” diangkat sebagai simbol persahabatan, persatuan, dan keharmonisan masyarakat di Pulau Timor.
Puncak acara akan menampilkan ribuan penari Likurai yang akan menari secara serentak di hamparan Savana Fulan Fehan.
Atraksi budaya tersebut menjadi daya tarik utama festival sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kekayaan budaya Belu kepada wisatawan nasional maupun mancanegara.
Melalui penyelenggaraan Festival Fulan Fehan, Pemerintah Kabupaten Belu berharap kunjungan wisatawan terus meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, menggerakkan UMKM, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di kawasan perbatasan.












