www.pencarifakta.com.ǁNTT,20 Februari 2026-PT Pertamina Patra Niaga melakukan survei kesiapan lahan untuk pembangunan jobber atau fasilitas penyimpanan dan distribusi BBM di Desa Ofalangga, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote, Kamis (19/2/026).
Survei ini merupakan tindak lanjut pertemuan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk dengan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibowo pada Januari 2026 lalu.
Pembangunan jobber ini memberikan harapan kepada masyarakat Rote Ndao untuk mendapatkan akses BBM yang lebig mudah dan stabil kian mendekati kenyataan.
Lahan yang disiapkan berada di sisi kanan Pelabuhan ASDP Pantai Baru, titik strategis yang berada di tengah Pulau Rote dan mudah menjangkau sejumlah kecamatan di wilayah tersebut.
Pertamina Lakukan Kajian Teknis dan Ekonomi
Hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Fuel Terminal Manager Tenau, M. Imam S., Sales Branch Manager NTT, M. Ali Uraidy serta tim teknis lainnya.
M. Imam menjelaskan, pihaknya akan melakukan kajian menyeluruh, termasuk analisis biaya dan manfaat (cost and benefit analysis) serta aspek teknis seperti kedalaman perairan dan akses kapal.
“Kami bergerak sebagai perusahaan, sehingga perlu kajian potensi dan visibilitas proyek. Namun kami memahami dampaknya yang besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pertamina juga membuka kemungkinan skema lain, termasuk pengajuan melalui program BBM Satu Harga atau skema reguler, tergantung hasil evaluasi dan kebijakan pemerintah pusat.
Daerah Strategis yang Rentan BBM
Sebagai kabupaten kepulauan dengan luas 1.280,10 kilometer persegi dan penduduk lebih dari 150 ribu jiwa, Rote Ndao memiliki posisi strategis di perbatasan selatan Indonesia.
Namun ketergantungan penuh pada transportasi laut dan udara membuat distribusi BBM kerap terganggu.
Saat angin selatan berembus kencang dan gelombang meninggi, kapal tanker sering kali tidak bisa merapat.
Akibatnya, pasokan BBM tersendat, listrik padam dan aktivitas ekonomi lumpuh. Warga bahkan pernah membeli BBM dengan harga mencapai Rp 15.000 per setengah liter akibat kelangkaan.
“Kalau listrik mati, BBM tidak ada, semua aktivitas berhenti. Usaha tidak jalan, ikan dan daging beku rusak. Ini sangat menyulitkan masyarakat,” ucap Bupati Paulus saat menerima rombongan Pertamina.
Energi untuk Masa Depan
Bupati Paulus menegaskan, pembangunan jobber bukan hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi 10 hingga 20 tahun ke depan.
Menurutnya, banyak investor menanyakan kepastian pasokan energi sebelum menanamkan modal.
Mulai dari rencana pembangunan pabrik minyak kelapa, pengalengan ikan hingga pengembangan kawasan tambak garam skala besar yang diproyeksikan membutuhkan listrik hingga 4 megawatt.
“Investor pertama-tama selalu tanya, listrik dan BBM aman atau tidak? Kalau energi tidak siap, mereka mundur,” tegasnya.
Ia juga menyebut, keberadaan fasilitas penyimpanan BBM akan membantu menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah.
Saat ini, pemerintah daerah rutin memantau inflasi setiap pekan dan kelangkaan BBM menjadi salah satu faktor risiko utama.
Menjawab Kerinduan Masyarakat
Bagi Bupati Paulus, pembangunan jobber di Pantai Baru bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini adalah jawaban atas kerinduan panjang akan kepastian energi.
Di wilayah yang selama ini kerap dikategorikan sebagai daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar), kehadiran fasilitas penyimpanan BBM menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan rasa keadilan pembangunan.
Diterangkan Bupati Paulus, jika kajian berjalan lancar dan mendapat dukungan pusat, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat warga Rote Ndao tak lagi khawatir kehabisan BBM saat musim gelombang tinggi tiba.
“Sebuah langkah kecil, namun berarti besar bagi masa depan pulau di Selatan Nusantara,” lugasnya.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 3,8 hektar, termasuk dua hektar bersertifikat.
Lahan tersebut disebut sudah direncanakan sejak 2008, lengkap dengan desain awal.
Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim Pertamina.
“Ini titik awal yang baik. Harapan kami, ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi menjadi perjuangan bersama demi kebutuhan mendasar masyarakat,” pungkasnya.
Turut hadir mendampingi Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao, anggota DPRD Provinsi NTT, Simson Polin, Forkopimda Rote Ndao dan para Kepala OPD.












