NDC Junjung Nilai Konservasi Pembersihan Pantai di Padar Selatan

www.pencarifakta.com.ǁNTT,18 Februari 2026-Personil Nusa Digital Creative (NDC) bersama petugas Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) dan masyarakat melakukan Beach Clean Up atau pembersihan pantai di wilayah pesisir pulau Padar bagian Selatan.

Kegiatan ini dilakukan sebagai dasar komitmen untuk merawat alam serta menjunjung tinggi nilai konservasi dan ekologi dalam kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Dari video dan gambar yang diperoleh Pos Kupang, sampah plastik, sampah residu, dan sampah seperti ranting pohon dan dedaunan kering berserakan sepanjang bibir pantai.

Sampah-sampah itu kemudian dipungut lalu disimpan di dalam karung berwarna putih, berukuran besar. Selanjutnya sampah-sampah itu pun dikumpulkan.

Diketahui sampah-sampah itu merupakan sampah kiriman dari laut yang dibawa saat air pasang. Sampah organik seperti kayu, bambu, batok kelapa, dipindahkan ke daratan, sehingga tidak laut dan mengapung di permukaan.

Sedangkan untuk sampah non organik, setelah dikumpulkan, akan dibawa ke Labuan Bajo. Sebanyak 27 karung sampah yang berhasil dikumpulkan, dengan berat 100 kilogram.

Tim yang melakukan pembersihan berjumlah 23 orang. Terdiri dari NDC, ada 15 orang. ⁠BTNK, tiga orang. Masyarakat lokal lima orang.

Orlando Calvin Apu, salah satu personil NDC mengatakan upaya tim di lapangan untuk menanggulangi sampah sudah dilakukan secara maksimal.

“Tidak disediakan tempat sampah bagi wisatawan yang berkunjung sehingga sampah dibawah kembali oleh masing-masing wisatawan ke kapalnya,” kata pria yang akrab disapa Ando.

Ando menerangkan, Naturalist guide (NG) NDC berpencar di setiap pos dan selalu memantau aktivitas wisatawan sehingga meminimalsir wisatawan membuang sampah sembarangan. 

“Kalaupun ditemukan sampah yang sengaja atau tidak segaja dibuang oleh wisatawan di jalur tracking, sampah sampah langsung dipungut dan dimasukan ke dalam karung,” ujarnya.

Stanislaus Mato, personil NDC berharap kepada wisatawan maupun nelayan dan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan karena sampah sampah yang sampai di Padar adalah dari aktivitas manusia sendiri. 

“Alurnya, sampah dibawah oleh aliran sungai terlebih saat hujan. Kemudian bermuara dan mengapung di laut dan sehingga bisa sampai di pulau pulau di wilayah Taman Nasional Komodo, salah satunya pulau Padar,” tutur Stanislaus.

Ia menghimbau kepada agen-agen, pelaku wisata Labuan Bajo agar bisa mulai menerapkan upaya pengurangan sampah plastik bagi wisatawan seperti menggunakan tumbler dan bukan air kemasan sekali pakai yang langsung dibuang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *