Crossway Waemusur Rusak, Warga Tiga Desa di Manggarai Timur Sewa Angkut Motor Hingga Rp 200 Ribu

www.pencarifakta.com.ǁNTT,30 Juli 2026-Warga tiga desa di Kecamatan Ranamese Kabupaten Manggarai timur mengeluhkan rusaknya  crossway Waemusur.  

Warga dari desa Desa Bea Ngencung, Lidi, dan Desa Satarlenda menyampaikan keluhan itu di hadapan Ketua DPC partai Demokrat Kabupaten Manggarai Timur Lucius Modo bersama jajaran DPC. 

Keluhan disampaikan di pinggir sungai Waemusur, Kampung Lidi, Desa Bea Ngencung pada Kamis 30 Juli 2026.

Salah satu warga, Konstantinus Ambur mengatakan, pasca putusnya crossway itu, aktivitas masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian dan komoditi ke Borong terhambat.

Sebabnya, kendaraan roda empat maupun roda dua tidak bisa melintas crossway.

Dia mengatakan, untuk menyeberangkan sepeda motorm, warga harus membayar sewa angkut sepeda motor minimal Rp 100 ribu sekali lewat. Apabila harus pulang pergi, maka warga harus merogoh kocek hingga Rp 200 ribu.

“Kalau kami mau ke Borong atau pulang kami harus sewa angkut motor sampai Rp 200 ribu saat pergi dan pulang  Ini tentu semakin mempersulit ekonomi kami masyarakat kecil yang hanya punya penghasilan pas-pasan,” ujar Konstantinus kepada para politisi itu.

Selain itu, kata dia, banjir di sungai Waemusur tidak hanya melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat dari tiga desa itu, tetapi juga menghanyutkan ratusan ternak warga baik sapi maupun kambing.

Banjir bandang juga menyebabkan puluhan hektar lahan sawah dan pisang serta tanaman pertanian lain di sepanjang bantaran sungai hilang karena terkikis air. 

“Karena itu kami minta bangun jembatan sebagai solusi terbaik dan juga perlu normalisasi sungai ini. Kami sangat berharap dengan kehadiran Petinggi partai Demokrat  Manggarai Timur dengan aspirasi ini bisa disampaikan ke DPP Partai Demokrat agar pembangunan jembatan sebagai kerinduan kami warga disini bisa terjawab,” ungkapnya.

Wakil Ketua BPD Desa Bea Ngencung, Jainudin Koda, dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Partai Demokrat Kabupaten Manggarai Timur yang telah memperhatikan masyarakat tiga desa yaitu Desa Bea Ngencung, Lidi, dan Satarlenda untuk melihat langsung dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat. 

Ia berharap, aspirasi yang disampaikan tersebut bisa terjawab, apalagi aspirasi ini langsung disampaikan ke pemerintah pusat melalui pimpinan tertinggi partai Demokrat.

Petrus Jehandur, Sekertaris Desa Bea Ngencung, juga dalam kesempatan itu menyampaikan hal yang sama. 

Ia mengatakan, salah satu solusi yang paling tepat adalah pembangunan jembatan, bukan lagi crossway. Ini merupakan kerinduan bagi masyarakat di tiga desa tersebut termasuk warga dari empat desa lain di wilayah kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai. 

Petrus mengatakan, dengan kondisi kerusakan crossway Waemusur akibat diterjang banjir bandang itu, aktivitas masyarakat di beberapa desa itu lumpuh, ekonomi terhambat. 

“Kami masyarakat di sebelah Waemusur ini kesulitan untuk angkut hasil pertanian dan komoditi, aktivitas kami terhambat, karena kendaraan mobil tidak bisa melintas. Kami minta bangun jembatan,”Ungkapnya. 

Karena itu, mewakili masyarakat dari tiga desa tersebut, Petrus menyampaikan terima kasih kepada partai Demokrat yang telah menyambungkan aspirasi mereka untuk pembangunan jembatan tersebut. 

“Harapan besar kami masyarakat disini agar aspirasi dapat terwujud, sehingga kerinduan kami pembangunan jembatan ini dapat terwujud,”ujarnya. 

Aspirasi ke DPP Partai Demokrat Bangun Jembatan

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Manggarai Timur Lucius Modo didampingi Sekertaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Manggarai Timur Ambrosius Don, dan anggota DPRD Manggarai Timur fraksi Demokrat Basilius Teto memantau kondisi kerusakan crossway Waemusur, di Kampung Lidi, Desa Bea Ngencung, Kecamatan Ranamese. 

Ada pun crossway Waemusur yang menghubungkan ruas jalan lintas selatan Sok-Wae Care yang menghubungkan tiga wilayah desa yaitu Desa Bea Ngencung, Lidi, dan Desa Satarlenda dan juga menghubungkan wilayah Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat. 

Usai memantau kondisi kerusakan crossway di di sungai Waemusur, Ketua DPC Partai Demokrat bersama rombongan kemudian bertatap muka dengan masyarakat dari tiga desa yakni Desa Bea Ngencung, Lidi dan Desa Satarlenda yang berlangsung di Sungai Waemusur. Tatap muka itu untuk mendengar aspirasi masyarakat terkait kesulitan akses masyarakat pasca rusaknya crossway tersebut. 

Dalam kesempatan itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Manggarai Timur Lucius Modo, mengatakan Partai Demokrat Manggarai Timur memantau kondisi kerusakan crossway Waemusur dan juga menjaring aspirasi dalam rangka hari ulang tahun (HUT) RI ke-25 Tahun 2026.

Ia menerangkan, sesuai arahan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan juga Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Leonardus Lelo, dimana dalam rangka HUT ke-25 Partai Demokrat wajib menyampaikan satu aspirasi, sehingga Partai Demokrat Kabupaten Manggarai Timur memilih aspirasi pembangunan jembatan Waemusur untuk menjawab kerinduan masyarakat selama ini. 

“Kami dari partai Demokrat akan merayakan HUT partai ke-25, karena itu dari DPP Partai Demokrat melalui Ketua Umum Mas AHY dan juga Ketua DPD Pak Leonardus meminta kami untuk menjaring satu aspirasi untuk dikirim ke DPP nanti dari DPP akan masuk ke Fraksi Demokrat DPR RI dan akan disampaikan ke Kementerian PUPR. Sehingga kami memutuskan aspirasi DPC Partai Demokrat yaitu pembangunan jembatan Waemusur,”terangnya.

Menurutnya, pihaknya memilih aspirasi pembangunan jembatan Waemusur karena menjadi akses strategis masyarakat di tiga desa di Kecamatan Ranamese, dan juga menghubungkan wilayah lainya di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat. Selama ini masyarakat sangat kesulitan akses transportasi. 

Selain itu, jalur itu juga akses untuk jalur pariwisata menuju sejumlah destinasi seperti Pulau Mules, Wae Rebo dan wisata Premium Labuan Bajo. 

“Ini menjadi kerinduan kita bersama untuk pembangunan jembatan Waemusur ini. Yang kami lakukan ini juga mendukung pemerintah, apalagi kami dengar dari Pemerintah Daerah juga sudah mengusulkan proposal ke Pemerintah Pusat sebesar Rp 80 miliar untuk pembangunan jembatan Waemusur ini,”ungkapnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk mendukung dan bersabar agar aspirasi itu bisa terwujud. “Mohon dukungan bapa mama kita doa bersama, semoga aspirasi ini bisa terjawab. Ini harapan dan kerinduan kita bersama,” ujarnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *