www.pencarifakta.com.ǁNTT,6 Juli 2026-Warga baik penumpang maupun keluarga penumpang sangat kecewa dengan pelayanan jasa Bus Trans NTT rute Kota Ruteng-Borong-Kupang atau pun sebaliknya di Provinsi NTT yang dinilai kurang optimal.
Hal ini dirasakan para penumpang dan warga, pada Rabu 1 Juli 2026 lalu dimana terjadi keterlambatan penjemputan pelanggan hingga lima jam lamanya tanpa informasi yang jelas.
“Kami beserta keluarga lainnya menunggu bus lima jam sejak pukul 00.10 WITA hingga pukul 05.00 WITA di Terminal Borong,” ungkap Gecio V, seorang keluarga penumpang Bus Trans NTT, Senin 6 Juli 2026.
Menurutnya, keterlambatan penjemputan itu mengakibatkan sejumlah calon penumpang beserta keluarganya terlantar hingga berjam-jam di area Terminal Borong.
“Beberapa anggota keluarga kami bahkan bermalam ditemani nyamuk dan menahan dinginnya malam itu, ini pengalaman yang buruk dan sangat disesalkan,” ujarnya.
Menurutnya, jika ada keterlambatan, pihak manajemen bus perlu menginformasikan kepada penumpang disertai penyebabnya. Karena penumpang memiliki hak untuk mendapatkan informasi tersebut.
“Nyatanya informasi terkait hal itu tidak disampaikan hingga kedatangan bus saat itu. Saat armada bus tiba sekira pukul 05.20 WITA, barulah diketahui bahwa terjadi kerusakan mesin. Perbaikan kerusakan mesin bus mengakibatkan perjalanan dilanjutkan sekira pukul 06.10 WITA,” ujar Gecio.
Karena itu, Gecio menilai pihak manajemen Bus Trans NTT lalai dalam memberikan standar pelayanan minimum serta melanggar hak kenyamanan penumpang.
“Keluarga kami juga menggunakan jasa transportasi ini pada awal Juni 2026 dari Kupang ke Borong dan bus ini juga mengalami kerusakan mesin, jika bus tidak layak jalan jangan dipaksakan atau ganti dengan bus baru, sehingga tidak mengorbankan penumpang,” katanya.
Karena itu, Gecio berharap agar manajemen Bus Trans NTT tidak lalai dalam menyediakan armada serta memberikan informasi yang jelas jika terjadi keterlambatan penjemputan calon penumpang, sehingga dapat memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat NTT.
Sebab, jika persoalan serupa tetap dibiarkan maka manajemen Bus Trans NTT mengabaikan hak penumpang untuk mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam menggunakan jasa transportasi.
