Jalan Lintas Kabupaten di Rinhat Kabupaten Malaka Nyaris Putus, Pengendara Diimbau Waspada

www.pencarifakta.com.ǁNTT,31 Mei 2026-Kondisi Jalan Lintas Kabupaten di Rinhat, Kabupaten Malaka NTT tepatnya di Desa Lotas nyaris putus total akibat patahan besar.

Masyarakat khususnya mengendara diimbau waspada ketika melintasi jalan tersebut. 

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (31/5/2026), kerusakan jalan terlihat cukup parah. Patahan yang membelah badan jalan berada tepat di ruas utama yang menghubungkan Kecamatan Rinhat dengan Kota Betun dan sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Malaka.

Kondisi tersebut membuat pengendara roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati saat melintasi lokasi. Sejumlah kendaraan tampak memperlambat laju dan memilih jalur yang dianggap paling aman untuk menghindari risiko kecelakaan akibat struktur jalan yang telah rusak.

Patahan yang terjadi di badan jalan menyebabkan permukaan tanah amblas hingga kedalaman sekitar 1,5 meter dengan panjang kerusakan mencapai kurang lebih empat meter. Selain itu, di sisi kanan jalan dari arah Kota Betun tampak bekas longsoran yang memanjang dan membentuk jurang cukup dalam.

Hingga kini, bekas longsoran tersebut masih menyisakan lubang menganga yang menunjukkan kondisi tanah di sekitar lokasi masih sangat rentan mengalami pergerakan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah tersebut.

Warga setempat menyebut kerusakan itu sebenarnya sudah terjadi cukup lama. Namun kondisi semakin memburuk setelah hujan deras yang melanda Kabupaten Malaka dalam beberapa pekan terakhir. Curah hujan yang tinggi mempercepat pergerakan tanah dan memperlebar area yang mengalami kerusakan.

Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Malaka, Yuventus Adrianus Bere atau yang akrab disapa Ady Bere, mengatakan dirinya telah berulang kali berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar kerusakan tersebut segera mendapat perhatian serius.

Menurut Ady Bere, ruas jalan tersebut memiliki peran yang sangat vital bagi masyarakat Kecamatan Rinhat karena menjadi satu-satunya akses utama menuju Kota Betun maupun wilayah sekitarnya.

“Jalan itu memang jalur utama bagi warga. Baik untuk kepentingan pendidikan, kesehatan, maupun untuk masyarakat mengangkut hasil pertanian mereka ke pasar. Selain itu, berbagai aktivitas sehari-hari masyarakat juga bergantung pada akses jalan tersebut,” ujarnya.

Politisi yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) II itu mengungkapkan bahwa saat hujan deras beberapa waktu lalu menyebabkan akses transportasi di lokasi tersebut terputus total. Melihat kondisi darurat yang terjadi, dirinya mengambil inisiatif menggunakan dana pribadi untuk membantu penanganan sementara agar lalu lintas kembali dapat dilalui masyarakat.

“Saat itu saya juga langsung pakai dana pribadi untuk turunkan sertu di sana. Itu kita lakukan sebagai langkah penanganan darurat untuk memperlancar arus lalu lintas bagi warga,” katanya.

Ady Bere juga menegaskan bahwa persoalan kerusakan jalan akibat longsor tersebut bukan hal baru. Ia mengaku telah berkali-kali menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah melalui berbagai forum resmi, baik dalam rapat maupun sidang di DPRD Kabupaten Malaka, serta melalui koordinasi langsung dengan instansi teknis terkait.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan penanganan permanen mengingat kondisi jalan terus mengalami ancaman kerusakan yang lebih besar apabila musim hujan kembali berlangsung dengan intensitas tinggi.

Sementara itu, saat akses jalan sempat terputus total akibat longsor beberapa pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas PUPR diketahui bergerak cepat dengan menurunkan alat berat ke lokasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai penanganan darurat guna membuka kembali akses transportasi masyarakat.

Upaya tersebut berhasil memulihkan arus lalu lintas sehingga kendaraan kini sudah dapat melintasi ruas jalan tersebut. Namun demikian, kondisi jalan masih jauh dari kata aman karena patahan besar di badan jalan belum diperbaiki secara permanen.

Para pengguna jalan yang ditemui di lokasi berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum kerusakan semakin meluas.

Mereka khawatir struktur tanah yang masih labil dapat kembali bergerak sewaktu-waktu apabila hujan deras turun, sehingga berpotensi menyebabkan jalan putus total dan mengisolasi sejumlah wilayah di Kecamatan Rinhat.

Harapan serupa juga disampaikan masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada jalur tersebut. Mereka menilai perbaikan permanen sangat mendesak dilakukan agar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan tidak terganggu akibat ancaman longsor yang terus membayangi ruas jalan vital tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *