www.pencarifakta.com.ǁNTT,26 Mei 2026-Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Trimeldus Tonbesi menyebut, Pemkab TTU menerima 20.000 lebih dosis vaksin hewan penular rabies (HPR) tahun 2026 ini. Vaksin tersebut disalurkan pemerintah Provinsi NTT.
Rencananya pelaksanaan vaksinasi HPR akan dilaksanakan pada bulan Juni 2026 mendatang. Sejauh ini kasus gigitan HPR masih terjadi di Kabupaten TTU.
“Kemarin terakhir itu kasus gigitan di SMK di Desa Amol itu,” ucapnya, Senin, 25 Mei 2026.
Saat ini petugas vaksinasi dari Dinas Peternakan sedang gencar melakukan vaksinasi vaksin SE, ASF dan Hog Cholera. Vaksin ini dilakukan untuk ternak sapi dan babi.
Saat ini stok vaksin HPR masih mencukupi. Berdasarkan informasi, rencananya pada Bulan Juni 2026 mendatang, Dinas Peternakan Kabupaten TTU bakal menerima alokasi Vaksin HPR.
Pada tahun 2025 lalu, kata Trimeldus, Dinas Peternakan melaksanakan vaksinasi terhadap 26.928 ekor Hewan Penular Rabies (HRP). Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan sebelumnya.
Pada tahun 2025 lalu, target capaian vaksinasi HPR Dinas Peternakan Kabupaten TTU yakni 20.000 ekor. Dengan demikian cakupan vaksinasi HPR bertambah banyak.
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 lalu Dinas Peternakan membagi para vaksinator HPR dalam beberapa tim. Hal ini menyebabkan jumlah cakupan vaksinasi melampaui target.
Metode ini bakal diterapkan pada pelaksanaan vaksinasi di masa mendatang. Pasalnya, efektivitas cakupan vaksinasi lebih menjanjikan.
Trimeldus mengatakan, pelaksanaan vaksinasi HPR di Kabupaten TTU bakal dilaksanakan mulai Bulan Juni 2026 mendatang. Jadwal pelaksanaan vaksinasi HPR ini telah ditetapkan bersama Mission Rabies beberapa waktu lalu.
Mission Rabies sebuah organisasi internasional yang peduli terhadap persoalan-persoalan rabies. Semua pembiayaan vaksinasi disupport oleh Mission Rabies ini.
“Kita sudah jadwalkan bersama dengan Mission Rabies orang yang punya uang untuk membiayai kita untuk kegiatan itu kita akan mulai Bulan Juni 2026,” ungkapnya.
Pada tahun 2026 ini, kata Trimeldus, pihaknya tidak mengalokasikan anggaran untuk akibat efisiensi anggaran. Mission Rabies ini, mensupport dinas peternakan dalam hal pengadaan vaksin maupun biaya operasional untuk para vaksinator.
Mission Rabies merupakan organisasi peduli rabies yang mendapat support anggaran dari beberapa negara di dunia. Selama ini, organisasi tersebut rutin memberikan bantuan kepada Pemkab TTU dalam upaya penanggulangan rabies.












