www.pencarifakta.com.ǁNTT,13 April2026-Jumlah pasien hemodialisa (HD) di RSUD Bajawa terus mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini mendorong manajemen rumah sakit untuk merencanakan penambahan fasilitas guna mengoptimalkan pelayanan.
Direktur RSUD Bajawa, Heronimus Du’e, S.Kep., Ns., M.Adm., mengatakan layanan HD di rumah sakit tersebut telah beroperasi hampir dua tahun dan hingga kini terus dimanfaatkan masyarakat, baik dari Kabupaten Ngada maupun daerah sekitar.
“Alat HD kita sudah mulai beroperasi hampir dua tahun dan saat ini jumlah pasien terus meningkat,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, penanganan pasien HD dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter yang menangani, dengan terlebih dahulu melalui proses skrining. Saat ini, RSUD Bajawa memiliki satu dokter spesialis yang bertugas melakukan skrining pasien HD.
Namun, keterbatasan jumlah mesin menjadi kendala utama dalam pelayanan. Saat ini, RSUD Bajawa hanya memiliki enam unit mesin HD, sementara jumlah pasien yang membutuhkan layanan terus bertambah.
“Untuk HD di sini, justru unitnya masih kurang. Saat ini kita punya enam mesin dan berencana menambah enam unit lagi karena rujukan pasien cukup tinggi,” jelasnya.
Menurutnya, tidak sedikit pasien dari luar daerah seperti Kabupaten Ende, Kabupaten Nagekeo, hingga Kabupaten Manggarai Timur yang datang untuk mendapatkan layanan HD di RSUD Bajawa. Namun, jika kapasitas sudah penuh, pihak rumah sakit terpaksa mengarahkan pasien ke Ruteng.
“Kalau sudah penuh, kita arahkan ke Ruteng karena keterbatasan mesin,” tambahnya.
Untuk mengatasi persoalan ini, RSUD Bajawa telah merencanakan penambahan enam unit mesin HD. Pengadaan tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Mei atau Juli 2026 sebagai bagian dari strategi pengembangan internal rumah sakit.
Dalam hal pelayanan, RSUD Bajawa membuka layanan HD dari Senin hingga Sabtu. Setiap hari, sebanyak 12 pasien dapat dilayani, masing-masing enam pasien pada sesi pagi dan enam pasien pada sesi sore.
Pasien menjalani terapi sesuai jadwal, baik satu kali maupun dua kali dalam seminggu, tergantung kondisi medis.
“Persyaratan tidak ada yang khusus, alurnya sama seperti pasien lain. Jika ada indikasi harus HD, tinggal dikoordinasikan dengan dokter,” pungkasnya.












