www.pencarifakta.com.ǁNTT,28 Januari 2026-Belasan kader partai politik di Sumba Timur, NTT siap pindah dan bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Mereka kini telah membangun komunikasi intens dengan DPD PSI, partai yang diketuai oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu mantan Presiden Jokowi.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Sumba Timur, Umbu Woedy Kalaway saat diwawancarai , Senin (26/1/2026) sore.
“Sudah ada yang mau bergabung dengan kami. Cuman tunggu momen saja. Komunikasi itu ada. Bukan hanya satu dua, tetapi belasan orang. Itu yang sudah menyatakan kebersediaan mereka untuk bergabung,” kata Umbu Woedy.
Belasan kader tersebut lanjut dia, berasal dari Partai Golkar, PDI Perjuangan, Nasdem, dan Partai Amanat Nasional (PAN).
“Hampir semua partai politik di Sumba Timur itu sudah ada pembicaraan dengan kami. Seperti Partai PAN ada, PDIP ada, Golkar dan Nasdem,” sebutnya.
Ia mengatakan, saat ini perpindahan memang belum dilakukan secara terbuka, karena masih menunggu momentum yang tepat.
Selain itu, kata dia, langkah ini juga mempertimbangkan etika politik yang harus tetap dihormati.
“Karena etika partai mereka tidak langsung bergabung, tetapi menunggu momen tertentu. Kita memang mau etika politik itu tetap ada,” ujarnya.
Faktor Bapak J
Umbu Woedy Kalaway menyebutkan, alasan belasan kader tersebut hendak pindah ke PSI karena faktor Bapak J. Bapak J diketahui adalah Jokowi.
Berdasarkan hasil survei dan pemetaan, figur Jokowi masih dicintai oleh masyarakat NTT, tak terkecuali di Sumba Timur.
Ditambah lagi, Partai PSI saat ini tidak hanya dipersepsikan sebagai partai anak muda, tetapi juga sebagai partai modern dan terbuka bagi siapa pun.
“Saya pikir, kalau kita bicara di NTT, faktor Bapak J itu menjadi dominan di sini. Karena kami melihat, kami survei, pemetaan, kecintaan masyarakat NTT terhadap Bapak J itu luar biasa. Ketika Bapak menyatakan bahwa saya akan ada terus dengan PSI di situlah titik balik PSI,” katanya.
“Dilihat secara nyata itu gaya PSI memang beda. Partai modernnya ada di situ, dan tidak konservatif,” tambahnya dia.












