www.pencarifakta.com.ǁNTT,21 Desember 2025-Sebanyak 120 anakan pohon ditanam di kawasan Mata Air Wae Ketu, Desa Nginamanu Selatan, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk aksi nyata pelestarian lingkungan di Ngada dengan total anakan pohon yang sudah ditanam sebanyak puluhan ribu.
Hal ini dilakukan usai Pemerintah Kabupaten Ngada dan Yayasan Puge Figo (YPF) resmi menandatangani Nota Kesepakatan Kerja Sama Dukungan Pelaksanaan Program Kegiatan Yayasan Puge Figo di wilayah Kabupaten Ngada, Sabtu (20/12).
Kerja sama ini berlandaskan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan, Program Kerja Yayasan Puge Figo Tahun 2026–2028, serta RPJMD Kabupaten Ngada Tahun 2025–2029. Kesepakatan tersebut akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama antara kedua belah pihak.
Ketua Yayasan Puge Figo, Patrisius J. Djena, SP, dalam laporannya menjelaskan, Yayasan Puge Figo berdiri tahun 2014 di Desa Nginamanu, Wolomeze, dengan tagline “Di balik pohon, manusia”.
Yayasan ini berkomitmen bersama pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam, mendorong pertanian ramah lingkungan, serta mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.
“Kegiatan hari ini menjadi bentuk konkret komitmen bersama dalam menjaga kelestarian sumber mata air melalui penanaman pohon,” ujarnya.
Khusus di Mata Air Wae Ketu ada 120 anakan pohon yang ditanam disana. Secara akumulatif, sepanjang tahun 2025 Yayasan Puge Figo telah menanam 6.800 anakan di 25 titik mata air di Kabupaten Ngada.
Selain itu, melalui program agroforestri, yayasan telah menanam 19.457 anakan bersama 150 mitra petani, serta 2.482 anakan melalui program edukasi ekologi di 11 sekolah. Dengan demikian, total pohon yang ditanam Yayasan Puge Figo selama tahun 2025 di Kabupaten Ngada mencapai 28.739 anakan.
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta, yang terdiri dari Bupati dan Wakil Bupati Ngada, Sekretaris Daerah, Camat Wolomeze, unsur Yayasan Puge Figo, Kapolsek Soa, Kapospol Wolomeze, Babinsa, Kepala Desa dan perangkat Desa Nginamanu Selatan, BPK Kecamatan Wolomeze, kepala sekolah dan guru SMPN Satu Atap 2 Wolomeze, serta perwakilan masyarakat.
Pemilihan lokasi kegiatan di SMPN Satu Atap 2 Wolomeze dan Mata Air Wae Ketu juga sejalan dengan arah revitalisasi pendidikan tahun 2026, khususnya integrasi aspek air dan lingkungan dalam penyediaan fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Pada bagian penutup, Yayasan Puge Figo mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Ngada agar menetapkan salah satu tanggal di bulan Desember sebagai Hari Menanam Pohon Tingkat Kabupaten Ngada, sebagai upaya memperkuat gerakan pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pohon dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta menghadapi perubahan iklim.












