www.pencarifakta.com.ǁNTT,26 Desember 2025-Update Prakiraan Cuaca NTT Hari ini hingga tiga hari ke depan, 26-29 Desember 2025.
Menurut prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ), Cuaca NTT tiga hari ke depan masih didominasi hujan baik hujan ringan maupun hujan sedang hingga lebat.
Melalui Stasiun Meteorologi Eltari Kupang, BMKG menyebut secara umum, Wilayah NTT saat ini telah memasuki musim hujan, dengan potensi peningkatan aktivitas hujan di sejumlah daerah.
Kondisi cuaca harian di NTT diprakirakan umumnya berawan tebal hingga hujan ringan.
Namun demikian, BMKG mengingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan kabut di beberapa wilayah.
BMKG menyebut ada sejumlah faktor penyebab hujan di NTT.
Terdapat tekanan rendah di wilayah utara Australia yang menyebabkan terbentuknya daerah belokan, pertemuan, dan perlambatan kecepatan angin di NTT.
Kondisi ini, ditambah dengan aktifnya Monsun Asia serta gelombang atmosfer Low, Equatorial Rossby, dan Kelvin, berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
Arah angin di NTT umumnya bergerak bervariasi dari Tenggara–Selatan hingga Barat–Barat Laut dengan kecepatan sekitar 5 hingga 30 km per jam.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang berdurasi singkat selama periode tersebut.
BMKG mencatat suhu muka laut di wilayah perairan NTT berkisar antara 28 hingga 30 derajat Celsius, dengan anomali suhu muka laut antara minus 0,5 hingga plus 1,0 derajat Celsius.
Kondisi ini mendukung peningkatan penguapan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT dan sekitarnya.
Dari sisi tekanan udara, wilayah Indonesia umumnya berada pada kisaran 1004 hingga 1013 hPa.
Sementara itu, tekanan udara di wilayah Asia tercatat lebih tinggi, yakni antara 1002 hingga 1035 hPa, dan di Australia berkisar antara 997 hingga 1020 hPa.
Perbedaan tekanan udara ini turut memengaruhi pola angin dan dinamika atmosfer di wilayah NTT.
Suhu udara diprakirakan berkisar antara 15 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 55 hingga 98 persen.
BMKG juga menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 93S yang tumbuh sejak 11 Desember 2025 di Samudra Hindia selatan Jawa Timur telah berkembang menjadi Siklon Tropis GRANT di Samudra Hindia selatan Bengkulu pada 23 Desember 2025.
Meski demikian, siklon tersebut tidak memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap wilayah NTT karena posisinya yang cukup jauh.












