Cetak Rekor MURI! Bank NTT Buka 220 Ribu Rekening Pelajar di Puncak Hari Indonesia Menabung 2026

www.pencarifakta.com.ǁNTT,20 Agustus 2026-Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) mengukir prestasi nasional dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 

Bank NTT sukses membuka 220.194 rekening pelajar dalam ajang Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) Provinsi NTT Tahun 2026 yang digelar di SMA Negeri 1 Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Rabu (19/8/2026).

​Pencapaian rekor ini menjadi langkah konkret memperluas literasi dan inklusi keuangan sejak dini melalui program Simpanan Pelajar (SimPel) dan gerakan Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar).

​Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, yang hadir secara daring, mengapresiasi kolaborasi kuat antara Bank NTT, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta pemerintah daerah yang berhasil menyukseskan gerakan ini.

Menurutnya, edukasi keuangan di tingkat sekolah merupakan fondasi penting dalam menyiapkan masa depan generasi muda.

​”Program Satu Rekening Satu Pelajar ini menjadi bagian penting dalam mengenalkan pengelolaan keuangan yang baik kepada anak-anak sejak dini sebagai bekal masa depan,” ungkap Emanuel.

​Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk mengungkapkan bahwa peringatan HIM bukan sekadar ajang seremonial menyimpan uang, melainkan upaya membentuk karakter dan kedisiplinan finansial bagi para pelajar.

​”Hari Indonesia Menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi membangun kebiasaan disiplin, bijak mengelola keuangan serta mempersiapkan masa depan,” tegas Paulus.

Selain penganugerahan MURI kepada Direktur Utama PT Bank NTT Charlie Paulus, rangkaian acara Puncak HIM NTT 2026 ini diisi dengan sejumlah agenda strategis.

​Pertama, penyerahan simbolis buku tabungan SimPel kepada para perwakilan siswa di Rote Ndao.

​Kedua, penguatan program One Village One Agent (OVOA) bagi para Agen Laku Pandai untuk memperluas jangkauan layanan perbankan hingga ke pelosok desa.

​Ketiga, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara simbolis kepada debitur pelaku usaha lokal guna menggerakkan ekonomi daerah.

​Acara yang berlangsung hybrid ini turut dihadiri jajaran OJK, pimpinan daerah kabupaten/kota se-NTT, tokoh pendidikan serta ribuan pelajar di seluruh wilayah NTT yang terhubung secara dalam jaringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *