www.pencarifakta.com.ǁNTT,18 Juni 2026-Deretan lapak pedagag kaki lima di area Monumen Tsunami, Maumere, Kabupaten Sikka masih ramai seperti biasanya.
Lapak-lapak tersebut berada di sisi utara Monumen Tsunami. Lokasi berada di Jalan Don Tomas.
Kamis (18/6/2026), lapak-lapak tersebut berdiri di atas halaman yang beralaskan paving blok.
Lapak-lapak tersebut ada yang dibuatkan tenda payung berwarna-warni, disiapkan juga kursi dan meja untuk konsumen yang datang.
Terdapat lapak es cendol, lapak buah-buahan, lapak es teler, hingga jenis lapak es lainnya. Lingkungannya bersih, asri, dipayungi pepohonan angsana yang rindang dan teduh.
Para pembeli bisa menikmati langsung es di lokasi tersebut. Adapula yang membungkus pesanan untuk dibawa pulang.
Di sekitar lapak-lapak itu terdapat juga tempat sampah. Selesai pembeli mengonsumsi es, para pedagang langsung membereskan sampah-sampah yang tertinggal.
Di tengah keramaian konsumen yang datang membeli, pedagang pun tetap mempertahankan harga jual, meskipun mengalami dampak kenaikan BBM secara langsung.
Adit, seorang penjual Es Teler di lapak Es Teler Mandalika mengaku harga bahan pokok sebagai komposisi Es Teler mahal. Terkecuali buah-buahan seperti pepaya, masih stabil harganya.
“Semuanya naik jadi berdampak. Gula, susu enak, roti, kacang dan bahan lainnya. Tapi harga tetap Rp 10.000, karena kita tidak mau pelanggan hilang,” ujarnya.
Hendrikus Lado, seorang pembeli mengaku Es Teler Mandalika sangat enak. Dirinya mengatakan selalu datang membeli untuk melepas dahaga di siang hari.
“Saya suka saja es ini. Biasanya siang-siang ini saya datang beli. Maumerekan panas to om, jadi datang minum es,” kata pria yang akrab disapa Iko tersebut.












