www.pencarifakta.com.ǁNTT,21 Mei 2026-Pemerintah Kabupaten Malaka mengakui bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Malaka dalam beberapa waktu terakhir telah menimbulkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat.
Berbagai kerusakan akibat longsor dan banjir kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera dibenahi.
Curah hujan tinggi yang terjadi secara berkepanjangan beberapa waktu lalu menyebabkan bencana longsor dan banjir di sejumlah kecamatan.
Akibatnya, banyak infrastruktur mengalami kerusakan, mulai dari rumah warga, jalan raya, hingga fasilitas penghubung antarwilayah seperti jembatan dan deker.
Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu, mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah berupaya melakukan pembenahan secara bertahap terhadap seluruh dampak bencana yang terjadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Henri Melki Simu saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PAN Kabupaten Malaka yang berlangsung di Aula Susteran SSPS Betun, Rabu (20/5/2026).
“Sekarang di Malaka lagi banyak bencana. Ada longsor dimana-mana,” ujar Henri Melki Simu dengan nada pelan.
Ia menjelaskan, bencana longsor terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Botin Leobele, Kecamatan Kobalima Timur, Kecamatan Rinhat dan beberapa daerah lainnya.
Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat sempat terganggu karena akses jalan dan fasilitas umum mengalami kerusakan cukup parah.
Selain longsor, banjir juga menerjang sejumlah kawasan pemukiman warga. Beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat diterjang arus air maupun longsor yang terjadi.
Tak hanya itu, infrastruktur penghubung seperti jalan raya kabupaten dan deker juga dilaporkan ambruk sehingga menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok ke sejumlah desa.
Menurut Henri, pemerintah daerah saat ini terus melakukan langkah penanganan dan pembenahan di titik-titik terdampak. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan terus berupaya mencari solusi agar kerusakan yang terjadi dapat segera ditangani.
“Pemerintah sekarang lagi membenahi itu semua,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Henri juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Malaka untuk ikut terlibat aktif dalam proses pembangunan daerah, termasuk memberikan informasi kepada pemerintah apabila masih terdapat wilayah terdampak yang belum tertangani.
Ia menilai, komunikasi antara masyarakat dan pemerintah sangat penting agar seluruh persoalan di lapangan dapat diketahui dan segera ditindaklanjuti.
“Mari kita sama-sama saling memberi informasi. Kalau ada yang terlupakan dari pemerintahan saat ini, bisa diinformasikan untuk kami agar kita sama-sama membangun Kabupaten Malaka,” pungkasnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Malaka untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah












