Antisipasi Musim Kemarau, Petani di Desa Umaklaran Belu Ubah Strategi Tanam

www.pencarifakta.com.ǁNTT,19 Mei 2026-Mengantisipasi musim kemarau, petani di Dusun Taekto’o, Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu mulai mengubah pola tanam dengan memilih komoditas yang membutuhkan sedikit air serta mempercepat masa tanam.

Salah satu petani setempat, Martinus Letto Mali (49), mengatakan kondisi cuaca yang tidak menentu memaksa petani untuk lebih cermat dalam menentukan jenis tanaman.

“Kami melihat musim kemarau bisa datang lebih awal, jadi kami tanam lebih cepat dan pilih tanaman yang kebutuhan airnya tidak terlalu banyak,” ujarnya, , Selasa (19/5/2026). 

Menurutnya, keterbatasan sumber air menjadi tantangan utama bagi petani.

Hingga saat ini, petani masih mengandalkan air dari kali yang berjarak sekitar 100 meter dari lahan pertanian.

Meski pengambilan air menggunakan mesin penyedot tetapi penggunaannya harus diatur dengan ketat agar tetap mencukupi selama musim kemarau.

“Air kami ambil dari kali, jaraknya kurang lebih 100 meter. Biasanya kami atur penggunaannya, paling lama empat hari baru bisa lakukan penyiraman lagi,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat petani harus beradaptasi dengan cara menghemat penggunaan air, termasuk memilih tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan melalui penyediaan sarana air atau sumur bor guna membantu petani menghadapi musim kemarau.

“Harapan kami, kalau bisa pemerintah membantu penyediaan air. Karena kami dekat dengan kali, mungkin bisa dibuatkan fasilitas supaya air lebih mudah atau sumur bor dan biayanya juga lebih ringan,” katanya.

Ia menambahkan, dengan adanya dukungan infrastruktur air, petani akan lebih siap menghadapi musim kemarau dan tetap menjaga produktivitas pertanian. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *