www.pencarifakta.com.ǁNTT,29 Maret 2026-Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Felismino Askeli membeberkan dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten TTU beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, berdasarkan laporan dari masyarakat, tercatat sebanyak 4 desa terdampak banjir. Desa-desa tersebut yakni Desa Tualene, Desa Oekopa, Desa Oepuah Utara dan Desa Luniup.
Sedangkan laporan insiden longsor terjadi di sekitar pemukiman warga Desa Banain A dan longsor pada badan jalan desa di Desa Haumeni.
“Informasi terbaru, dampak hujan satu dua hari belakangan ini memang menurun seiring menurunnya curah hujan,” ujarnya, pekan lalu.
Ia meminta masyarakat selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Kabupaten TTU. Selain itu, masyarakat juga diminta selalu memantau informasi dari BMKG dan BPBD TTU.
Felismino menerangkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir yang merendam rumah warga RT 006 dan RT 007, Dusun II, Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU, NTT. BPBD Kabupaten TTU sudah melakukan pendataan di lapangan.
Menurutnya, banjir pertama kali terjadi ketika air meluap dari Kali Kaubele dan menggenangi dua kolam atau tambak ikan milik dua perusahaan yang berlokasi tak jauh dari pemukiman warga.
“Kemudian ditambah dengan dua kolam (tambak ikan), dengan pemiliknya Nusantara Atambua dan Caritas Kefa. Selama ini, air tertampung di kolam ini. Ketika terjadi hujan, dia tidak mampu menampung air hujan dan meluap l. Sehingga debit air yang terakumulasi dari Kali Kaubele dan kolam ini kemudian merendam rumah warga,” ujarnya.
Dikatakan Felismino, lahan sawah milik warga saat ini belum digarap. Oleh karena itu, banjir tersebut hanya merendam lahan kosong tanpa tanaman.
Air dan lumpur masih menggenangi rumah warga hingga saat ini. Walaupun begitu, debit air mulai surat. Puncak banjir terjadi pada Senin, 23 Maret 2026 lalu.
Saat ini, BPBD Kabupaten TTU sedang melakukan pendataan terhadap jumlah warga yang terdampak. Selain itu mereka juga akan membangun komunikasi dengan pemilik tambak atau kolam ikan tersebut.
“Untuk kalau bisa mereka buat tanggul untuk dibuat dinding kolam lebih tinggi supaya saat hujan air tidak meluap dari kolam ini,” ucapnya.
Rencananya, BPBD Kabupaten TTU akan membangun komunikasi dengan Dinas PUPR Kabupaten TTU agar bantaran Kali Kaubele dibuat bronjong untuk mencegah banjir meluap ke sawah dan pemukiman warga.
Terkait bantuan yang akan disalurkan Pemkab TTU, kata Felismino, pihaknya masih menanti laporan tertulis dari Kepala Desa Oepuah Utara. Bantuan tersebut berupa besar dan lain-lain.
Sebelumnya, Penjabat Kepala Desa Oepuah Utara, Gaspar Manu mengatakan, sebanyak 5 unit sepeda motor milik warga rusak berat pasca banjir merendam rumah warga sejak, Senin, 23 Maret 2026 lalu hingga detik ini. Selain sepeda motor, perabot rumah tangga milik warga juga rusak parah.
Ia menjelaskan, sebagian perabot rumah tangga milik warga terbawa banjir. Pasalnya, saat pertama kali terjadi banjir, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa serta arus air cukup deras.
“Kalau mobil tidak ada yang terdampak. Karena tidak ada kendaraan mobil,” ucapnya, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia menerangkan, beras milik warga juga direndam banjir. Sedangkan hewan ternak milik warga tidak terdampak banjir.
Menurutnya, banjir pertama meluap dari Kali Kaubele dan menggenangi sawah milik warga dan berlanjut ke rumah warga. Masyarakat bersyukur lantaran mereka belum mengolah sawah.
“Masyarakat biasanya olah sawah di musim kemarau,” ungkapnya.
Pemerintah Desa Oepuah Utara telah melakukan pendataan menyeluruh terkait dampak dari banjir tersebut. Laporan ini telah disampaikan kepada BPBD Kabupaten TTU.
Desa Oepuah Utara terdiri dari 4 dusun. Bencana banjir terjadi di Dusun 2. Sedangkan warga di dusun 1, 3 dan 4 tidak terdampak.
Banjir merendam 18 unit rumah warga di Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Banjir tersebut merendam rumah warga RT 006 dan RT 007, Dusun II pada Senin, 23 Maret 2026.
Hingga detik ini, banjir masih merendam rumah warga di Desa Oepuah Utara. Kendati demikian, debit air sudah turun perlahan.
Warga terdampak banjir saat ini dihantui kekhawatiran apabila hujan lebat kembali melanda wilayah tersebut beberapa waktu ke depan. Hal ini bisa menyebabkan dampak yang lebih parah.
Gaspar menuturkan, banjir terjadi pada Senin, 23 Maret 2026 sekira pukul 05.00 WITA. Hal ini menyebabkan mayoritas warga tidak sempat menyelamatkan harta benda milik mereka masing.
“Sampai detik ini banjir masih merendam rumah warga dengan ketinggian mata kaki sampai betis orang dewasa,” ucapnya.
Banjir tersebut terjadi karena air meluap dari Kali Kaubele pasca hujan deras melanda wilayah tersebut beberapa hari terakhir. Saat pertama kali terjadi banjir, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.
Warga tidak sempat menyelamatkan harta benda milik mereka karena sebagian warga masih tidur. Mereka kewalahan mengevakuasi harta benda lantaran air mengalir cukup deras.
Sejumlah perabot rumah tangga milik warga hanyut terbawa banjir. Pemerintah desa telah menyampaikan laporan bencana banjir tersebut kepada BPBD Kabupaten TTU.
Beberapa orang warga terpaksa dievakuasi ke rumah keluarga yang selamat dari bencana banjir.












