www.pencarifakta.com.ǁNTT,24 Februari 2026-Kelangkaan gas LPG 12 kilogram dalam sepekan terakhir mulai dikeluhkan warga Kupang.
Selain sulit didapat di sejumlah kios dan toko, harga di tingkat pengecer juga mengalami fluktuasi dan cenderung meningkat.
Pantauan Pos Kupang, Selasa (24/2/2026), di beberapa kios eceran menunjukkan stok Bright Gas terbatas.
Bahkan, ada pedagang yang mengaku sempat kehabisan tabung gas selama beberapa hari terakhir akibat ketersediaan pasokan gas yang langka.
Harga jual di saat ini berkisar antara Rp 260.000 hingga Rp 275.000 per tabung.
Namun, sejumlah pedagang menyebut harga bisa lebih tinggi apabila stok semakin langka. Mereka mengaku tidak menutup kemungkinan harga dapat menembus Rp 300.000 per tabung jika distribusi belum kembali normal.
“Sudah satu minggu ini gas agak susah. Sekarang masih di kisaran Rp 275.000 tapi kalau stok makin sedikit bisa saja sampai Rp 300 ribu,” ujar Arif Rahmat salah satu pedagang eceran di Kota Kupang.
Ia menambahkan harga gas tersebut tidak menetap dan bisa berubah sewaktu-waktu.
Salah satu pembeli yang ditemui, Ayu, mengaku kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan rumah tangga. Ia harus berkeliling ke beberapa kios untuk mencari stok yang masih tersedia.
Jika kondisi ini terus berlanjut, ia mengatakan tidak menutup kemungkinan akan kembali menggunakan kompor minyak tanah sebagai alternatif untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Gas 12 kilogram merupakan produk LPG non-subsidi dari PT Pertamina (Persero) yang dipasarkan untuk rumah tangga menengah ke atas dan pelaku usaha.
Karena bukan barang subsidi, harga di tingkat pengecer mengikuti mekanisme pasar dan kondisi distribusi di lapangan.
Warga berharap distribusi segera kembali normal agar ketersediaan stabil dan harga tidak terus melonjak.












