Akibat Cuaca Ekstrem 21 Lokasi di Ende Alami Pemadaman Listrik, Dua Lokasi Masih Ditangani 

www.pencarifakta.com.ǁNTT,19 Januari 2026-Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Ende sejak Senin, 12 Januari 2026, mengakibatkan pemadaman listrik meluas di sejumlah wilayah. 

Hingga Sabtu, 18 Januari 2026 pukul 21.28 Wita, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ende mencatat sebanyak 21 lokasi terdampak, dengan dua lokasi masih dalam proses penanganan, yakni KJ wonda dan KJ Maurole.

Manajer PLN ULP Ende, Immer R. Pakpahan, menjelaskan, gangguan kelistrikan mayoritas disebabkan oleh pohon tumbang dan gardu roboh akibat hujan deras disertai angin kencang.

“Sejak 12 Januari 2026, tim kami bekerja tanpa henti bersama masyarakat untuk melakukan pembebasan jaringan, perbaikan konstruksi, hingga penormalan suplai listrik,” ujar Immer, Senin (19/1/2026) pagi.

Beberapa peristiwa yang berhasil dirangkum berdasarkan laporan tindak lanjut penanganan jaringan akibat cuaca extrem di Ende yang diterima pada Senin (19/1/2026) diantaranya:

Peristiwa pertama terjadi pada Senin, 12 Januari 2026 pukul 05.51 Wita, saat gardu tumbang di lokasi Ndori, menyebabkan pemadaman di wilayah Liabeke dan Ranggatalo. 

Sebanyak 1.342 pelanggan dari 11 gardu terdampak.

Tim Wolowaru dan Wonda bersama masyarakat langsung melakukan pembebasan material demi penormalan arus lalu lintas dan jaringan listrik. 

Pekerjaan berlangsung hingga pukul 23.00 Wita dan dilanjutkan keesokan harinya hingga selesai pukul 11.00 Wita. 

Namun, penormalan sempat terhambat akibat pohon tumbang di ruas Detusoko–Moni.

Pada hari yang sama pukul 07.20 Wita, pohon tumbang menimpa jaringan tegangan menengah (TM) dan merusak 1 batang tiang A1. 

Tim Nangapanda melakukan persiapan material sejak pukul 08.00 Wita, tiba di lokasi pukul 09.00 Wita, dan menyelesaikan pekerjaan pada pukul 12.36 Wita sebelum dilakukan penormalan.

Gangguan kembali terjadi akibat pohon tumbang yang menimpa jaringan, menyebabkan 2.806 pelanggan dari 23 gardu padam di wilayah Kecamatan Maukaro, Ekoae, Aemuri, Waka, Mukusaki, dan Kelitembu.

Di Desa Nggesa, pemadaman terjadi pada pukul 07.43 Wita akibat pohon kemiri tumbang mengenai jaringan TM. 

Tim Maurole dan Detukeli segera melakukan pembebasan jaringan dan menyelesaikan pekerjaan pada pukul 15.50 Wita, lalu dilanjutkan dengan penormalan.

Wilayah lain yang terdampak meliputi Detusoko, Kelimutu, Wolojita, Ndotim, Wolowaru, dan Ndori. Tim Yantek Ende bersama tim KJ Detusoko dan KJ Moni melakukan perbaikan jaringan sekaligus pembebasan pohon dan ROW (Right of Way) yang berpotensi mengganggu jaringan.

Pada Kamis, 15 Januari 2026, pohon tumbang kembali terjadi di Desa Aemuri dan Ekotaru–Memeri, mengakibatkan pemadaman dari Ekotaru hingga Maukaro dan Kebiranggga. 

Tim PLN melakukan persiapan material sejak pukul 12.00 Wita, tiba di lokasi pukul 15.24 Wita, dan melakukan evakuasi tiang hingga malam hari. 

Pekerjaan dilanjutkan hingga Jumat, 16 Januari 2026.

Sementara itu, pada Jumat, 16 Januari 2026, pohon kemiri tumbang di Boafeo. Material berupa A11 set komposit segera disiapkan, dan penanganan berhasil diselesaikan pada hari yang sama.

Pada Sabtu, 17 Januari 2026, Tim Ende bersama Tim Welamosa kembali melakukan pembebasan pohon dan perbaikan konstruksi. 

Pekerjaan selesai pada pukul 14.22 Wita dan dilanjutkan dengan penormalan.

Gangguan juga terjadi di Telkom Nduaria pada Senin, 12 Januari 2026 pukul 09.20 Wita akibat pohon tumbang yang menyebabkan padam dua fasa dan berdampak pada Desa Nduaria. 

Proses perbaikan sempat terhambat hujan deras dan memerlukan penggantian isolator yang pecah. 

Listrik di wilayah tersebut akhirnya kembali normal pada pukul 19.34 Wita.

Hingga laporan terakhir pada 18 Januari 2026 pukul 21.28 Wita, PLN ULP Ende mencatat 21 lokasi terdampak padam meluas akibat cuaca ekstrem

2 lokasi belum sepenuhnya normal, yakni KJ Wonda dan KJ Maurole

Pihak PLN ULP Ende mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan melaporkan potensi gangguan kelistrikan melalui layanan resmi PLN. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *