www.pencarifakta.com.ǁNTT,13 Januari 2026-Kepedulian terhadap kerusakan lingkungan akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan mendorong seorang petani di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Arnoldus Naiusu, mengajak masyarakat beralih menggunakan pupuk organik dalam kegiatan pertanian.
Arnoldus Naiusu menyampaikan, pemanfaatan pupuk organik terbukti mampu meningkatkan kualitas dan kesuburan tanah sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Menurutnya, penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus dapat menyebabkan penurunan humus tanah dan menurunkan kualitas lahan pertanian dalam jangka panjang.
“Banyak petani memilih pupuk anorganik karena hasilnya terlihat melimpah. Namun dampaknya, humus tanah berkurang dan kesuburan tanah menurun,” ujar Arnoldus. Selasa, (13/1/2026).
Ia menegaskan, penggunaan pupuk organik merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan, meningkatkan kualitas hasil pertanian, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
“Penggunaan pupuk organik dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” katanya.
Selain ramah lingkungan, Arnoldus menambahkan bahan pembuatan pupuk organik relatif mudah diperoleh, seperti dari kotoran hewan dan limbah tanaman di sekitar lingkungan.
Berdasarkan pengalamannya, penggunaan pupuk organik memberikan perubahan signifikan terhadap kondisi lahan. Struktur tanah yang sebelumnya keras akibat pemakaian pupuk kimia berangsur membaik, sehingga penyerapan air dan nutrisi tanaman menjadi lebih optimal.
Ia berharap semakin banyak petani yang beralih menggunakan pupuk organik sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan keberlanjutan sektor pertanian.












