www.pencarifakta.com.ǁNTT,16 Desember 2025-Aura Music Course (AMC) Cabang Nita, menggelar pentas seni di Aula Gereja Paroki Santo Mikhael Nita, Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (15/12/2025 malam.
Pentas seni dengan tema “Cinta dalam Tuhan, Harmoni Bersama” ini menampilkan para siswa-siswi Aura Music Course Cabang Nita.
Mereka malam itu mengenakan kostum berwarna putih dipadukan dengan atribut Natal di kepala.
Kurang lebih 50 orang siswa-siswi tampil begitu luar biasa memainkan musik piano. Lantunan suara merdu anak-anak membuat penonton bersorak riang.
Disiplin Diri
Pimpinan LPK Aura Music Course, Heribertus Putra Ama Doni, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan konser tersebut.
Menurut pria yang akrab disapa Erik ini musik bukan hanya sekedar kemampuan teknik (nada dan ritme) tapi juga tentang karakter, disiplin, kreativitas, dan kepekaan terhadap diri sendiri dan orang lain.
Ia mengatakan momentum pentas seni siswa-siswi mengasah kemampuan dan ilmu yang telah dipelajari selama ini.
Ia yakin dan percaya mentor AMC telah berjuang keras memberikan pelatihan yang maksimal kepada para siswa-siswi selama ini.
Sementara itu, Plt Camat Nita, Paskalis Jogo, menyampaikan apresiasi kepada Aura Music Course yang telah melaksanakan pentas seni tersebut.
Menurut dia, anak-anak diberi ruang untuk berkreasi untuk mengembangkan minat dan bakat mereka di bidang musik.
“Kami sangat mendukung kegiatan kursus di Nita. Ini sangat membantu perkembangan bakat anak-anak di Nita,”ujarnya.
Ia berharap agar pentas seni menjadi momentum refleksi bagi orang tua dan juga tamu undangan yang hadir bahwa anak-anak harus diberi wadah untuk berkreasi. Sebagai orangtua tentu harus memberikan dukungan kepada anak-anak.
“Oleh karena itu momen ini harapan kami menjadi bahan refleksi untuk masa depan kita dan anak-anak kita. Kami berterima kasih atas kegiatan ini,” ujarnya.
Irvin Jano Senang
Sementara itu, Irvin Jano, mengaku senang dan bangga karena bisa menyaksikan langsung pentas seni tersebut.
AMC kata dia, sangat profesional memberikan pelatihan bagi anak-anak di wilayah itu sehingga bisa melahirkan organis-organis yang professional pada masa yang akan datang.
“Lembaga ini melarikan banyak organis-irganis cilik. Termasuk kami di Rotat ada organis praktek. Kami bangga sekali. Anak-anak tampil percaya diri, berinovasi, berani mengekspresikan diri,”ungkap anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Perindo ini.
Ia berjanji akan memberikan bantuan kepada AMC agar menambah sarana dan prasarana serta lebih banyak lagi peserta kursus yang ingin bermain musik.
“Tahun 2026 nanti pakai uang pribadi saya untuk bantu mereka untuk ikut kursus musik,”ujarnya.
Sementara itu siswi AMC, Ayu (7) mengaku senang tampil saat pentas seni. Ayu dan 4 orang temannya membawa lagu Feliz Navidad.
Penampilan mereka membuat penonton histeris dan bertepuk tangan usai mereka memainkan piano di atas panggung.
“Senang (bermain musik). Saya jadi cita-cita tentara,” ujar Ayu disambut tepuk tangan meriah penonton.
Sementara itu, suster Fransiska Femy mengucapkan terima kasih kepada AMC.
“Untuk malam ini. Sungguh luar biasa. Perjuangan kurang lebih satu tahun, malam ini suka cita dan kegembiraan. Semoga sukses, jaya terus dan semoga menjadi berkat bagi banyak orang,”suster Femy.
Tentang AMC
LPK Aura Music Course Maumere berdiri sejak 2018 dengan pelatihan berbasis kurikulum khusus musik liturgi berstandar pendidikan seni musik umumnya dan liturgi Khususnya.
Heribertus Putra Ama Doni, pencetus awal lahirnya Aura Music Course ini mengatkan, LPK ini ada karena keresahan dengan sedikitnya jumlah awam yang menjadi organis musik liturgi gereja dan jumlah siswa saat itu berjumlah tiga orang.
“Awal berdiri hanya tiga anak yang menjadi siswa dan saya kunjung ke rumah untuk melatih musik keyboard khusus musik liturgi gereja dan mereka punya kemauan untuk belajar,”kata dia.
Awal yang baik kata pendiri sekaligus pelatih di Aura Music Course Maumere ini. Melihat minimnya organis awam yang menggeluti musik liturgi gereja. Dari tiga anak itulah yang membuat Aura Music Course Maumere dikenal sebagi LPK yang fokus dengan musik liturgi.
“Kita kunjungi siswa ke rumah, sewa beberapa tempat karena siswa sudah mulai bertambah dan akhirnya kami menempati gedung LK3I Keuskupan Maumere karena jumlah siswa sudah ratusan, sekarang ada 233 lebih siswa,”ungkap Heribertus.
Jumlah peserta yang terus meningkat sejak awal berdirinya Aura Music Coures menumbuhkan harapan bagi Heribertus sebagai pendiri LPK ini.
Baginya Aura Music Course tak sekadar lembaga pelatihan musik tetapi wadah untuk melahirkan genarasi baru yang didik sejak dini tentang musik liturgi.
“Mayoritas di Maumere itu Katolik, pelayanan musik liturgi ini tidak semua orang bisa. Sehingga ketika hari raya maupun Minggu biasa umat sering kali kesulitan mendapatkan organis. Keadaan yang menginspirasi kita membentuk generasi baru yang kita didik sejak dini, dalam situasi umat yang membutuhkan musik liturgi,”ujar Heribertus.
Selain belajar kurikulum musik liturgi di LPK, Heribertus mengatakan, peserta Aura Music Course juga menjalankan praktek langsung di beberapa gereja paroki dan kapela stasi di Keuskupan Maumere.
“Setelah 3 bulan mereka belajar di LPK dan mereka praktek. Kita ada stasi binaan sebagi tempat anak-anak LPK Aura Music Course praktek setiap minggu untuk melayani umat di gereja,” ucapnya.












