Berita  

Langkah Nyata Jaga Kota, Pemkot Kupang Gandeng Plan Indonesia Hijaukan Sungai Liliba

www.pencarifakta.com.ǁNTT,7 Desember 2025-Di bawah langit Kupang yang cerah pada Jumat 5 Desember 2025, Daerah Aliran Sungai atau DAS Liliba menjadi saksi ketika ratusan bibit pohon ditanam, seolah mengembalikan denyut hijau yang lama merindukan kehidupan. 

Di tepi sungai RT/RW 006/003 Kelurahan Liliba, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, hadir memimpin gerakan penghijauan yang menjadi simbol harapan baru bagi kelestarian lingkungan.

Bersama Plan Indonesia dan berbagai unsur pemerintah serta masyarakat, penanaman 300 pohon itu bukan sekadar kegiatan seremoni, melainkan langkah nyata membangun benteng alam untuk menghadapi ancaman longsor, kekeringan, dan kerusakan ekosistem.

Setiap pohon yang ditanam seakan menjadi hembusan napas baru bagi DAS Liliba, ditanam dengan keyakinan bahwa masa depan Kota Kupang bergantung pada harmoni antara manusia dan lingkungan.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusra, Yayasan PLAN International Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Bappeda Kota Kupang, BPBD, PUPR, Perumda Air Minum, lembaga pendidikan, mahasiswa, hingga warga sekitar. 

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan tugas satu institusi, tetapi gerakan bersama.

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa penghijauan ini adalah bentuk kesiapsiagaan jangka panjang.

Pohon-pohon yang ditanam hari ini bukan hanya akar yang menghujam tanah, tetapi jangkar masa depan yang menjaga Kota Kupang dari potensi bencana.

Ia pun memberikan apresiasi khusus kepada para ibu dan mama-mama Kota Kupang yang turun langsung mendukung kegiatan tersebut. 

Dengan penuh apresiasi, ia menyebut para perempuan ini sebagai penjaga lingkungan sesungguhnya sosok-sosok yang merawat bumi dengan ketulusan hati.

Sebanyak 300 pohon ditanam sebagai wujud komitmen Pemerintah Kota Kupang dan PLAN Indonesia. 

Bagi Wakil Wali Kota, angka ini bukan sekadar jumlah, melainkan simbol harapan dan tanggung jawab bersama untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam.

Sementara itu, Manager Yayasan PLAN International Indonesia, Samuel Absalom Niap, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan).

Program ini dirancang untuk mendorong pengelolaan sumber daya air dan lahan yang lebih terpadu, sekaligus menjadikan DAS Liliba sebagai pilot project yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Plan Indonesia juga menekankan bahwa kesuksesan ini lahir dari sinergi Tim 11 dan berbagai mitra yang memiliki kepedulian pada isu sumber daya air. 

Plan Indonesia memandang kolaborasi lintas sektor ini sebagai fondasi penting agar gerakan perbaikan lingkungan tidak berhenti pada seremoni penanaman saja.

Untuk memastikan keberlanjutan program, setiap OPD dan mitra diminta ikut terlibat dalam pemeliharaan hingga dua tahun ke depan. 

“Penyiraman rutin, penggunaan teknologi tepat guna, serta monitoring dan evaluasi berkala menjadi agenda penting agar pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *